Agenda Politik Bikin Bangsa Lengah
Selasa, 22 April 2014 15:22 WIB
Keiatan bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Panjang Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung. (Foto ANTARA Dok/Pelabuhan Panjang, Lampung).
Semarang (Antara) - Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mengutarakan kekhawatirannya bahwa agenda politik yang menjadi perhatian segenap pihak saat ini, akan membuat bangsa Indonesia lengah akan persiapan menyambut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Agenda politik membuat kita agak lengah dengan MEA ini. Jangan lupa bahwa MEA akan diberlakukan ketika pemerintahan selanjutnya baru berumur dua-tiga bulan," kata Dino Patti Djalal saat melakukan kunjungan ke berbagai media di Semarang, Selasa.
Peserta konvensi capres Partai Demokrat itu mengatakan selama melakukan kunjungan ke berbagai daerah, dirinya kerap bertandang ke pasar-pasar tradisional.
Menurut dia masyarakat kelas bawah cenderung tidak mengerti apa yang akan terjadi ketika MEA diberlakukan tahun depan.
"Kebanyakan dari mereka tahun tanggal mainnya, tapi tidak tahu MEA itu 'binatang' apa," kata Dino.
Dino berpendapat, selama ini pemerintah menggaungkan MEA dalam bahasa diplomatis. Seharusnya, sosialisasi MEA dilakukan dengan bahasa yang mudah diterima oleh setiap lapisan masyarakat.
"Saya sudah bicara dengan Kementerian Luar Negeri bahwa sosialisasi MEA merupakan kunci kita bersiap diri dan beradaptasi menghadapi pasar ASEAN," ujar dia.
Dia juga mengingatkan pemerintah agar senantiasa mengantisipasi kemungkinan meningkatnya sengketa perdagangan saat MEA diberlakukan. Menurut dia, pemerintah dapat membentuk satu unit khusus lengkap dengan anggarannya yang bisa mengatasi sengketa perdagangan.
"Agenda politik membuat kita agak lengah dengan MEA ini. Jangan lupa bahwa MEA akan diberlakukan ketika pemerintahan selanjutnya baru berumur dua-tiga bulan," kata Dino Patti Djalal saat melakukan kunjungan ke berbagai media di Semarang, Selasa.
Peserta konvensi capres Partai Demokrat itu mengatakan selama melakukan kunjungan ke berbagai daerah, dirinya kerap bertandang ke pasar-pasar tradisional.
Menurut dia masyarakat kelas bawah cenderung tidak mengerti apa yang akan terjadi ketika MEA diberlakukan tahun depan.
"Kebanyakan dari mereka tahun tanggal mainnya, tapi tidak tahu MEA itu 'binatang' apa," kata Dino.
Dino berpendapat, selama ini pemerintah menggaungkan MEA dalam bahasa diplomatis. Seharusnya, sosialisasi MEA dilakukan dengan bahasa yang mudah diterima oleh setiap lapisan masyarakat.
"Saya sudah bicara dengan Kementerian Luar Negeri bahwa sosialisasi MEA merupakan kunci kita bersiap diri dan beradaptasi menghadapi pasar ASEAN," ujar dia.
Dia juga mengingatkan pemerintah agar senantiasa mengantisipasi kemungkinan meningkatnya sengketa perdagangan saat MEA diberlakukan. Menurut dia, pemerintah dapat membentuk satu unit khusus lengkap dengan anggarannya yang bisa mengatasi sengketa perdagangan.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Lampung serukan peningkatan peran perempuan di birokrasi dan politik
05 December 2025 17:27 WIB
Ditjenpas sebut sanksi hak politik Setnov dicabut ketika bebas murni di 2029
17 August 2025 21:36 WIB
Terpopuler - Riil
Lihat Juga
Waykanan-Mesuji ditawarkan sebagai tempat industri gula kepada Taiwan
15 January 2019 18:00 WIB, 2019
Penerbangan Internasional Perdana Melalui Bandara Raden Inten II Pada Februari
11 January 2019 18:18 WIB, 2019