Produksi Serat Lampung Timur Turun
Sabtu, 3 Desember 2011 11:01 WIB
SERAT KELAPA (ANTARA/Seno S)
Sukadana (ANTARA LAMPUNG) - Produksi serat dari serabut kelapa di kalangan perajin Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, turun karena terkendala tingginya curah hujan sejak beberapa pekan terakhir.
"Hampir tidak ada celah sehari pun untuk mengeringkan dengan sinar matahari langsung dua pekan ini," kata Sumirat, perajin serat di Desa Tanjungharapan Kecamatan Margatiga Lampung Timur, Sabtu.
Menurut dia, serat hasil penggilingan serabut kelapa membutuhkan pengeringan optimal sebelum pengemasan untuk ekspor, namun karena curah hujan tinggi membutuhkan waktu berhari-hari.
"Serat dijual setelah kering dengan penjemuran maksimal dibawah sinar matahari langsung," katanya.
Ia mengatakan, pengemasan komoditas dari kulit kelapa itu harus melalui proses pengeringan optimal sesuai dengan permintaan para pengeskpor karena memengaruhi berat saat penimbangan.
Menurut dia, dalam satu hari jika cuaca normal biasanya dapat menjemur sekitar dua ratus meter kubik serat saat ini membutuhkan waktu lebih lama sampai sepekan dalam bentuk serat halus siap ekspor.
"Proses penggilingannya berjalan optimal namun terkendala pengeringan," katanya.
Perajin serat setempat lainnya, Akhyar mengatakan, saat ini kesulitan menjemur dan berdampak signifikan pada produksi serat sementara permintaan cukup tinggi dari pengekspor.
"Sepekan biasanya antara tiga sampai empat kontainer yang mengambil namun sekarang hanya sekitar satu kontainer," katanya.
Kemudian, bahan baku yang telah diolah menumpuk di gudang karena terkendala pengeringan sementara proses penggilingan masih berjalan lancar seiring dengan banyaknya pasokan sabut kelapa dari petani.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lampung Timur, usaha serat ini didukung dengan luas tanaman kelapa dalam di daerah itu mencapai 21.328 hektare dengan tanaman produktif seluas 16.987,50 hektare, tanaman belum produktif seluas 2.081 hektare serta tidak produktif 2.259, 25 hektare.
"Hampir tidak ada celah sehari pun untuk mengeringkan dengan sinar matahari langsung dua pekan ini," kata Sumirat, perajin serat di Desa Tanjungharapan Kecamatan Margatiga Lampung Timur, Sabtu.
Menurut dia, serat hasil penggilingan serabut kelapa membutuhkan pengeringan optimal sebelum pengemasan untuk ekspor, namun karena curah hujan tinggi membutuhkan waktu berhari-hari.
"Serat dijual setelah kering dengan penjemuran maksimal dibawah sinar matahari langsung," katanya.
Ia mengatakan, pengemasan komoditas dari kulit kelapa itu harus melalui proses pengeringan optimal sesuai dengan permintaan para pengeskpor karena memengaruhi berat saat penimbangan.
Menurut dia, dalam satu hari jika cuaca normal biasanya dapat menjemur sekitar dua ratus meter kubik serat saat ini membutuhkan waktu lebih lama sampai sepekan dalam bentuk serat halus siap ekspor.
"Proses penggilingannya berjalan optimal namun terkendala pengeringan," katanya.
Perajin serat setempat lainnya, Akhyar mengatakan, saat ini kesulitan menjemur dan berdampak signifikan pada produksi serat sementara permintaan cukup tinggi dari pengekspor.
"Sepekan biasanya antara tiga sampai empat kontainer yang mengambil namun sekarang hanya sekitar satu kontainer," katanya.
Kemudian, bahan baku yang telah diolah menumpuk di gudang karena terkendala pengeringan sementara proses penggilingan masih berjalan lancar seiring dengan banyaknya pasokan sabut kelapa dari petani.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lampung Timur, usaha serat ini didukung dengan luas tanaman kelapa dalam di daerah itu mencapai 21.328 hektare dengan tanaman produktif seluas 16.987,50 hektare, tanaman belum produktif seluas 2.081 hektare serta tidak produktif 2.259, 25 hektare.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agar tak kena wasir, dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan saat BAB
02 December 2021 18:58 WIB, 2021
Ternyata konsumsi serat yang cukup dapat hindari risiko kanker usus besar
09 September 2021 21:38 WIB, 2021
Kata dokter sebaiknya anak di bawah 2 tahun jangan diberi serat terlalu banyak
30 July 2021 5:54 WIB, 2021
Nissan kembangkan mobil berbahan serat karbon seperti digunakan di pesawat
08 September 2020 10:49 WIB, 2020
Presiden Jokowi harap pengusaha tekstil berhati-hati datangnya resesi global
16 September 2019 15:35 WIB, 2019
Terpopuler - Lampung Timur
Lihat Juga
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
KLHK evaluasi menyeluruh penanganan konflik gajah liar Way Kambas dengan masyarakat
13 January 2026 22:19 WIB