
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Penet Lampung Timur

Lampung Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan mencari seorang nelayan bernama Santika (30), warga Pandeglang, Banten yang dinyatakan hilang saat mencari ikan di perairan Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan Santika terjatuh dari kapal nelayan KM Doa Ibu di Perairan Sekopong, Kuala Penet, Lampung Timur.
“Iya benar, telah terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan salah seorang nelayan dinyatakan hilang di perairan Kuala Penet, atas kejadian itu tim SAR gabungan langsung melakukan proses pencarian,” kata dia.
Ia menjelaskan tim di lapangan menyusuri area laut menggunakan satu kapal milik Basarnas dan kapal nelayan.
Hanya saja, katanya, dalam melakukan pencarian pihaknya terkendala cuaca buruk dan ombak yang cukup besar sehingga menyulitkan petugas.
Dia mengatakan korban terjatuh dari perahu tersebut pada Selasa, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak tiga anak buah kapal KM Doa Ibu ketika itu sedang lego jangkar untuk pembersihan jaring.
“Korban atas nama Santika berada di buritan kapal sedang memasak, saat itu rekan korban yang sedang membersihkan jaring melihat korban terjatuh,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, katanya, teman korban berusaha melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.
“Selanjutnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pembina nelayan serta Pos Pol Air Kuala Penet, dan pembina nelayan menyampaikan kepada Pos SAR Bakauheni dan langsung dilakukan pencarian,” ucap dia.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
