Logo Header Antaranews Lampung

Ekonom: Penyesuaian tarif Tol Bakter harus diikuti dengan peningkatan layanan

Selasa, 11 November 2025 14:29 WIB
Image Print
Pengamat nilai penyesuaian tatif tol Bakter harus dibarengi peningkatan kualitas layanan (ANTARA/HO-Tol Bakter)
Kenaikan tarif bisa diterima masyarakat jika fasilitas dan pelayanan memang lebih baik.

Bandarlampung (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Lampung menilai bahwa penyesuaian tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) wajar dilakukan, asalkan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pengguna jalan.

Pandangan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penyesuaian Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang digelar di Universitas Bandar Lampung (UBL). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Hakaaston selaku operator, DPD Organda Lampung, MTI Lampung, serta para pengamat transportasi dan ekonomi dari sejumlah perguruan tinggi.

Ekonom UBL Khairudin dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian tarif tidak bisa dihindari, namun harus sejalan dengan peningkatan mutu infrastruktur.

“Kenaikan tarif bisa diterima masyarakat jika fasilitas dan pelayanan memang lebih baik. Prinsipnya, pengguna jalan harus mendapatkan nilai yang sepadan,” ujarnya.

Sementara itu ekonom dari Universitas Bandar Lampung (UBL) Aditya Mahatidanar Hidayat menyoroti pentingnya kajian berbasis data sebelum kebijakan diterapkan.

“Metode Customer Satisfaction Index (CSI) serta analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) perlu digunakan agar penyesuaian tarif dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya.

Dari sisi pengguna, Erwin Oktavianto, dari MTI Lampung mengingatkan agar kemampuan bayar masyarakat menjadi pertimbangan utama.

“Penyesuaian tarif perlu memperhatikan daya beli masyarakat. Jika tidak diimbangi dengan kualitas jalan yang baik, pengguna bisa enggan lewat tol,” katanya.

Pakar dari Institut Informasi dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandar Lampung, Yan Aditiya Pratama menambahkan bahwa penerimaan publik terhadap tarif baru akan bergantung pada rasa puas pengguna.

“Selama layanan dan kenyamanan meningkat, pengguna akan menganggap tarif yang disesuaikan masih wajar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), I Wayan Mandia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi penyesuaian tarif merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menjaga transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik.

Ia menegaskan, pihaknya sangat memperhatikan berbagai masukan yang disampaikan oleh para pengamat, akademisi dan organisasi transportasi.

“Kita ingin memastikan apa yang akan kita lakukan ke depan dalam rangka peningkatan kualitas dan layanan sesuai dengan harapan semua pihak dapat terpenuhi. Tol Bakauheni–Terbanggi Besar ini milik kita bersama, maka sudah tentu semangat kolaborasi lintas sektoral menjadi konsen bagi manajemen Tol Bakter,” jelasnya.

Pertemuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa penyesuaian tarif Tol Bakauheni – Terbanggi Besar perlu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan berdasarkan peningkatan kualitas layanan.

Dalam waktu dekat, akan digelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas kelayakan penyesuaian tarif secara lebih komprehensif dengan melibatkan akademisi, praktisi, dan masyarakat pengguna jalan tol.

Baca juga: Tol Bakter lakukan pemeliharaan rutin jelang periode Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Cegah kecelakaan, Pengelola Tol Bakter gelar operasi "microsleep"

Baca juga: Direktur BTB: Pembangunan jalan tol berkontribusi bagi ekonomi daerah



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026