
Masa belajar Sekolah Rakyat di Lampung Timur dimulai, diikuti 75 siswa

Lampung Timur (ANTARA) - Masa belajar Sekolah Rakyat berlokasi di Desa Taman Asri Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur resmi dimulai, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, pada Rabu (1/10/25).
Hari pertama Sekolah Rakyat ini diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS meliputi pengenalan lingkungan belajar, sosialisasi tata tertib, serta literasi dan numerik dasar.
Adapun peserta Sekolah Rakyat gelombang pertama ini diikuti 75 siswa terdiri dari jenjang SD, dan SMP. Dengan rincian 25 siswa SD, dan 50 siswa SMP.
Mereka berasal dari keluarga tidak mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN), katagori Desil 1, dan Desil 2. Katagori desil 1, desil 2 artinya adalah kelompok keluarga ekstrim miskin, dan miskin.
"Hari ini, Rabu, 1 Oktober, Lampung Timur membuka sekolah rakyat pertama kali," ujar Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Ela Siti Nuryamah mengucap terima kasih kepada semua panitia sehingganya Sekolah Rakyat di Lampung Timur beroperasi.
Ela menegaskan bahwa siswa sekolah rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, dan sudah diverifikasi faktual oleh petugas Pendamping Keluarga Harapan atau PKH. Tenaga pengajar yang bertugas di sekolah rakyat pun diseleksi melalui mekanisme Kementerian Sosial.
Ela menambahkan, bahwa program sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo menjadi bagian dari strategi nasional mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
