Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung sebut pembiayaan karbon buka perspektif baru kelola hutan

Jumat, 8 Mei 2026 21:03 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memberi sambutan. (ANTARA/HO-Pemprov Lampung)
Hari ini dunia sedang bergerak menuju ekonomi hijau

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan adanya skema pembiayaan karbon dapat membuka perspektif baru dalam pengelolaan sektor kehutanan di daerahnya.

"Kami ingin Provinsi Lampung menjadi salah satu contoh bagaimana sektor kehutanan dapat menjadi titik temu antara lingkungan, ekonomi, dan sosial," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan Lampung memiliki posisi penting karena memiliki kawasan hutan lindung, kawasan konservasi, kawasan perhutanan sosial, serta ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

"Hari ini dunia sedang bergerak menuju ekonomi hijau. Negara-negara mulai menghitung emisi, mengukur jejak karbon, dan membangun sistem perdagangan karbon sebagai bagian dari komitmen global menahan laju perubahan iklim," katanya.

Dia melanjutkan pembiayaan karbon tersebut membuka perspektif baru dalam pengelolaan kehutanan, selain sebagai kawasan konservasi, hutan kini juga memiliki nilai tambah melalui kemampuan menyerap karbon.

"Dan kemampuan itu dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi, sepanjang prosesnya kredibel, terukur, transparan, dan berpihak pada keberlanjutan," ucap dia.

Menurut dia, pembangunan proyek karbon bukan pekerjaan sederhana sebab membutuhkan proses yang cukup panjang meliputi identifikasi lahan, penyusunan baseline, pengukuran stok karbon, verifikasi, perizinan, hingga skema perdagangan.

"Ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni kepastian regulasi, penguatan perhutanan sosial, dan akses pembiayaan. Banyak inisiatif kehutanan yang sebenarnya potensial, tetapi berhenti di tahap gagasan karena terbentur modal awal. Di sinilah peran lembaga keuangan menjadi sangat krusial," tambahnya.

Ia berharap dengan adanya koordinasi mampu menghasilkan gagasan yang kuat, solusi aplikatif, serta kerja sama yang semakin solid demi mewujudkan kehutanan Lampung yang lestari dan bernilai ekonomi.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026