
Sekda: "Lampung Selatan Helau" budaya kebersihan berkelanjutan di masyarakat

Pemerintah daerah berharap Program Lampung Selatan Helau tidak hanya menjadi program administratif
Lampung Selatan (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Supriyanto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong gerakan “Lampung Selatan Helau” sebagai budaya kebersihan yang berkelanjutan di masyarakat.
Menurut dia, Lampung Selatan Helau bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten, mulai dari tingkat rumah tangga hingga ruang publik.
“Pemerintah daerah berharap Program Lampung Selatan Helau tidak hanya menjadi program administratif, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata dia di Kalianda Selasa.
Ia juga menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar kesiapan sesaat menjelang kunjungan pejabat, melainkan harus menjadi budaya yang dijaga secara konsisten.
Untuk penegasan program tersebut, pihaknya telah meninjau langsung Puskesmas Way Urang dan SD Negeri 3 Way Urang dalam rangka memastikan implementasi program Lampung Selatan Helau berjalan optimal.
“Kunjungan ini difokuskan untuk mengevaluasi sejauh mana kesiapan fasilitas publik dalam menerapkan standar kebersihan dan penataan lingkungan sesuai konsep Lampung Selatan Helau yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama,” ujarnya.
Menurutnya, penilaian terhadap lokasi yang masuk dalam program tersebut tidak bersifat insidental, melainkan akan dilakukan secara rutin setiap pekan.
“Hari ini saya ingin mengecek titik-titik yang masuk dalam perencanaan Lampung Selatan Helau di Puskesmas dan SDN 3 Way Urang. Perlu diingat, lokasi ini akan dinilai setiap hari Senin, seminggu sekali,” ucapnya.
Dia menjelaskan standar kebersihan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada ruang dalam gedung, tetapi mencakup seluruh area, mulai dari saluran air (siring), halaman, teras, hingga kondisi kamar mandi dan detail ruangan.
Dirinya menyampaikan, instansi pemerintah harus memiliki sistem pengelolaan sampah yang jelas dan tidak sekadar memindahkan masalah.
“Pengelolaan sampah harus dipikirkan solusinya. Jangan hanya dikumpulkan, tetapi bagaimana bisa diselesaikan di tempat agar tidak mencemari lingkungan luar,” katanya.
Maka dari itu, Supriyanto menekankan bahwa implementasi Program Lampung Selatan Helau tidak harus membutuhkan biaya besar. Pemanfaatan potensi lokal dan sumber daya yang ada dinilai sudah cukup untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, ia meminta agar edukasi terkait pemilahan sampah disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Istilah teknis seperti organik dan non-organik, menurut dia, perlu diterjemahkan dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek penghijauan.
“Jika harus dipangkas, harus dilakukan oleh yang memahami. Dan yang paling penting, jangan lagi menggunakan bahan kimia untuk rumput. Gunakan cara manual agar tanah tetap sehat dan lingkungan tetap asri,” ujar dia.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
