
Tim SAR gabungan perluas pencarian nelayan hilang karena kecelakaan laut di Lamsel

Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi memengaruhi jangkauan
Lampung Selatan (ANTARA) - Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) bernama Ajum (52) warga Pandeglang, Banten yang hilang usai kapalnya ditabrak kapal kargo di perairan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (5/5).
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara di Kalianda, Jumat, mengatakan, hingga hari keempat pencarian terhadap korban masih belum membuahkan hasil.
“Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL, Pol Airud Polda Lampung, Pol Airud Polres Lamsel, BNPB, DAMKAR Lamsel, nelayan dan Relawan Potensi SAR,” ujar dia.
Ia menjelaskan, dalam proses pencarian terhadap korban kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama.
“Angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi memengaruhi jangkauan serta efektivitas pencarian, namun upaya maksimal tetap kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” katanya.
Menurut dia, berbagai cara dilakukan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian terhadap korban.
“Pencarian hari keempat ini kita melaksanakan sekitar delapan mil dari titik TKP, dan juga untuk regu kita bagi tiga yang terdiri atas raberbut Basarnas, kapal TNI AL dan juga BNPB, sampai dengan saat ini informasi masih juga nihil,” kata dia.
Basarnas Lampung memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan.
“Kita juga sudah menginformasikan kepada nelayan-nelayan setempat, apabila mendapatkan informasi atau tanda-tanda dari korban untuk bisa dapat langsung menginformasikan kepada kami,” ucap dia.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi saat perahu nelayan diduga mengalami benturan dengan kapal kargo yang sedang melintas di perairan tersebut.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
