HK Ruas Bakter sebut faktor dominan kecelakaan di JTTS karena ngantuk

id JTTS,Lampung,Bandarlampung,Lalu lintas,Jalan tol

HK Ruas Bakter sebut faktor dominan kecelakaan di JTTS karena ngantuk

Ilustrasi: Kegiaatan microsleep (tidur pendek) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) guna menekan angka kecelakaan. (ANTARA/Ho)

Di tahun 2021 HK Ruas Bakter mencatat telah terjadi 95 kecelakaan lalu lintas di JTTS dimana faktor penyebabnya yakni sopir mengantuk sebanyak 41 kejadian serta pecah ban 24 kejadian dan sisanya disebabkan faktor lainnya

Bandarlampung (ANTARA) - PT Hutama Karya (HK) Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) menyebutkan bahwa faktor dominan kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dikarenakan pengendara mengantuk saat berkendara.

"Kecelakaan di JTTS selain karena faktor mengantuk ada juga yang disebabkan oleh pecah ban," kata Branch Manager Ruas Tol Bakter PT Hutama Karya (Persero), Hanung H, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan di tahun 2021 HK Ruas Bakter mencatat telah terjadi 95 kecelakaan lalu lintas di JTTS dimana faktor penyebabnya yakni sopir mengantuk sebanyak 41 kejadian serta pecah ban 24 kejadian dan sisanya disebabkan faktor lainnya.

"Tingkat kecelakaan tahun ini masih dibilang rendah jika kita bandingkan pada tahun lalu yang mencapai 110 kejadian di JTTS ruas Bakter," kata dia.

Baca juga: HK gelar operasi "microsleep" di KM 208 jalur A

Ia mengatakan untuk mengurangi angka kecelakaan di JTTS, pihaknya telah melakukan beberapa upaya seperti melakukan operasi mengantuk bersama PJR Polda Lampung satu bulan sekali yang dimulai dari pukul 00.00 WIB sampai jam 04.00 WIB.

Upaya lainnya yakni melakukan teguran secara simpatik kepada pengguna jalan di di gerbang-gerbang masuk JTTS, memasang imbauan-imbauan melalui VMS dengan kalimat yang keras seperti "Nyupir sambil ngantuk? Celaka!.

"Kami juga terus intensifkan patroli jalan tol pada jam rawan kecelakaan antara  pukul 00.00 - 05.00 WIB," kata dia.

Namun, lanjut dia, upaya-upaya yang dilakukan guna mengurangi angka kecelakaan tersebut tidak akan berarti apa-apa apabila tidak dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan.

Baca juga: HK ruas Terpeka gandeng Dishub dan Lantas Polda Sumsel tindak tegas truk ODOL

"Oleh karena kami harap juga kesadaran pengendara dapat meningkat dan bijaksana dalam berkendara," ujarnya.

Hanung mengimbau agar pengguna jalan atau pengendara dapat memastikan kondisinya fit dan tidak mengantuk saat melintasi JTTS, serta selalu memeriksa kesehatan kendaraan yang akan dibawa sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan.

"Bila pengendara mengantuk di tengah jalan sebaiknya beristrirahat terlebih dahulu di rest area yang telah disediakan," kata dia.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022