Dinkes minta pesepeda taati protokol kesehatan

id Corona, protokol kesehatan, tren sepeda

Dinkes minta pesepeda taati protokol kesehatan

Sejumlah karyawan bersiap pulang menggunakan sepeda di salah satu pusat perkantoran kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (23/6/2020). Sepeda menjadi alat transportasi pilihan karyawan perkantoran di saat pandemi COVID-19 karena selain dapat meningkatkan imunitas tubuh juga bisa meminimalisir terjadinya penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meminta masyarakat yang berolah raga menggunakan sepeda untuk tetap menaati protokol kesehatan agar terbebas dari penularan COVID-19.

"Berolah raga dan bersepeda boleh dilakukan untuk menaikkan imunitas tubuh, akan tetapi protokol kesehatan harus tetap dilakukan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya klaster dan penularan COVID-19 antarpesepeda.

"Protokol kesehatan juga perlu diterapkan seperti menjaga jarak antarpesepeda, menghindari berkerumun, membawa 'hand sanitizer' (cairan pembersih tangan), dan menyiapkan masker cadangan," ujarnya.

Ia menjelaskan pesepeda juga dianjurkan untuk sesekali melepas masker agar dapat menghirup udara segar di tempat yang aman dan jauh dari kerumunan, guna mengantisipasi terjadinya "rebreathing".

"Saya ingatkan juga untuk pesepeda dapat melepaskan masker sesekali untuk menghirup udara segar, tetapi harus di tempat yang aman dari pesepeda lain untuk mencegah keracunan karbondioksida dan penularan COVID-19," ucapnya.

Dia mengatakan berolah raga dengan menerapkan protokol kesehatan harus mulai biasa dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

"Di masa normal baru kita belajar hidup sehat dan higienis, tidak terkecuali saat berolah raga, jangan sampai terjadi hal negatif terjadi saat kita hendak meningkatkan kebugaran tubuh, akibat mengabaikan protokol kesehatan," ucapnya.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar