
Total 1.000 bibit cabai telah dibagi di GPM

Pada hari ini dalam kegiatan bazar pangan murah, kami membagikan yang bibit cabai kepada masyarakat
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pagan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menyatakan bahwa total telah ada 1.000 bibit cabai yang dibagikan dalam setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu mengurangi tingkat inflasi di daerahnya yang berasal dari volatile food.
"Pada hari ini dalam kegiatan bazar pangan murah, kami membagikan yang bibit cabai kepada masyarakat, dan dalam penyediaannya kami bekerjasama dengan Komunitas Ayo Menanam Indonesia," ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Ely Nuratni Sari di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan tercatat pada 2026 jumlah bibit cabai yang berasal dari alokasi Dinas Ketahanan Pagan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung dan telah dibagikan ke masyarakat mencapai 1.000 bibit.
"Selain dari dinas, adapula kegiatan pemberian bibit cabai gratis yang bekerjasama bersama TP PKK Lampung serta berbagai pihak, tapi yang khusus dari kami dan dibagi setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah itu total sudah mencapai 1.000 bibit," katanya.
Dia menjelaskan dengan dibagikannya bibit cabai secara gratis, diharapkan masyarakat dapat melakukan tanam cabai di pekarangan secara mandiri.
"Harapannya masyarakat menanam dan bisa menjaga tanaman tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, ini bentuk edukasi untuk memperluas gerakan pengendalian inflasi," ucap dia.
Ia melanjutkan dengan melakukan tanam cabai di pekarangan dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan cabai di rumah tangga, dapat mengurangi tingkat inflasi dari volatile food.
"Ini bisa mengurangi juga inflasi kita, karena diketahui andil inflasi dari komoditas itu paling banyak dari cabai dan bawang. Harapannya supaya masyarakat bisa menanam, jadi kebutuhan di rumah tangga bisa dia peroleh sendiri, serta diproduksi sendiri," tambahnya.
Diketahui sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa inflasi tahunan Provinsi Lampung di Agustus 2026 sebesar 3,53 persen. Dan penyumbang utama inflasi di Agustus 2026 secara tahun per tahun adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,23 persen.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
