Pemberi sembako sampah Ferdian Paleka terancam 12 tahun penjara

id Ferdian Paleka, penjara, terancam, tersangka, Polrestabes Bandung

Pemberi sembako sampah Ferdian Paleka terancam 12 tahun penjara

Pelaku kasus candaan alias 'prank' bantuan sembako berisi sampah, Ferdian Paleka, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (8/5/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Intinya mereka sendiri tidak ada inisiatif atau kooperatif terhadap kasus yang dia buat sendiri, terbukti mereka melarikan diri kemudian penampilan diubah semua dan rambut (Ferdian) dicat, katanya
Bandung (ANTARA) - Pelaku kasus candaan alias "prank" bantuan sembako berisi sampah, Ferdian Paleka terancam 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 miliar, setelah dirinya dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya menjerat Ferdian bersama dua rekannya TF dan A dengan Pasal 45 ayat 3 UU ITE tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui informasi elektronik, Pasal 36, dan Pasal 51 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

"Motifnya sendiri itu mengunggah atau menyebarkan nama baik pelapor dengan mendapatkan keuntungan followers dari YouTube itu sendiri," kata Ulung, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat.

Baca juga: Ferdian Paleka dibawa ke Ditreskrimum Polda Jabar usai ditangkap

Selain itu, kata Ulung, Ferdian serta rekannya A dinilai tidak kooperatif dalam pengusutan kasus ini. Pasalnya mereka berupaya untuk bersembunyi dan menyamar dengan mengubah penampilan.

"Intinya mereka sendiri tidak ada inisiatif atau kooperatif terhadap kasus yang dia buat sendiri, terbukti mereka melarikan diri kemudian penampilan diubah semua dan rambut (Ferdian) dicat," katanya.

Rambut Ferdian memang nampak berubah saat ditangkap oleh pihak kepolisian di ruas Tol Jakarta-Merak pada Jumat dini hari. Sebelumnya, warna rambut Ferdian nampak berwarna kuning dalam video "prank" yang ia unggah.

Baca juga: Ferdian Paleka diborgol dan kenakan baju tahanan

Kemudian, menurutnya, pihak kepolisian juga masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap orang tua serta kerabat Ferdian yang diduga membantu pelariannya.

Meskipun Ferdian saat ditangkap mengaku akan menuju Kota Bandung untuk menyerahkan diri, Ulung mengatakan penyidik akan terus mendalami keterangan tersebut

"Status orang tuanya saat ini masih pendalaman, masih pemeriksaan dengan penyidik, apakah orang tua itu memang terlibat ingin mengembalikan atau ingin menyembunyikan anak-anak tersebut, kita masih mendalami," kata dia.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar