Logo Header Antaranews Lampung

Bupati Banyuasin ditangkap KPK

Minggu, 4 September 2016 20:59 WIB
Image Print
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) (Foto : Net)
...Saya konfirmasi bahwa benar hari ini ada OTT di Sumatera Selatan. Mengenai siapa, berapa orang dan kasusnya apa akan diumumkan besok," ungkap Yuyuk...

Jakarta (ANTARA Lampung) - Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan Selatan, Yan Anton Ferdian, ditangkap Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) dan operasi tangkap tangan atau OTT, Minggu.

"Ya, benar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Minggu saat ditanya mengenai OTT terhadap Yan Anton.

Sebelumnya Yuyuk hanya mengonfirmasi bahwa KPK melakukan OTT terhadap kepala daerah di Sumatera Selatan itu

"Saya konfirmasi bahwa benar hari ini ada OTT di Sumatera Selatan. Mengenai siapa, berapa orang dan kasusnya apa akan diumumkan besok," ungkap Yuyuk. Namun belum diketahui berapa orang yang diamankan KPK dalam OTT tersebut.

KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk memeriksa orang-orang yang terkena OTT sebelum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Bupati Banyuasin ditangkap di kediamannya di Jalan Lingkar Nomor 1 Kompleks Perumahan Pemkab Banyuasin pada Minggu sekitar pukul 13.30 WIB saat sedang melaksanakan acara hajatan keberangkatan ibadah haji.

Setelah dibawa ke Mapolda Sumsel, Yan Anton selanjutnya diberangkatkan petugas KPK ke Jakarta, Minggu sore.

Putra mantan Bupati Banyuasin sebelumnya Amiruddin Inoed ini tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 14.00 WIB bersama Kadisdik Umar Usman, seorang kontraktor, Kabag Anggaran Rumah Tangga Pemkab dan Sekda Banyuasin Firmansyah.

Saat keluar dari ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Yan Anton bergegas masuk ke dalam mobil meski dicegat awak media. "Maaf ya, maaf ya, maaf ya," kata Yan menuju pintu mobil.

Kepala Bidang Humas KPK Yuyuk Andriati membenarkan bahwa terjadi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah di sebuah kabupaten.

Informasi yang beredar, penangkapan itu diduga terkait kasus perizinan ilegal. Terkait itu, Sekda Banyuasin Firmansyah yang turut mendampingi bupati saat berada di Mapolda enggan mengklarifikasi.

"Saya tidak tahu ini terkait kasus apa, saya hanya menemani dan saat penjemputan saya berada dalam mobil yang berbeda," kata Firmansyah yang tidak masuk dalam rombongan ke Jakarta. (Ant)



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026