Kembangkan usaha maket dan miniatur, alumni IIB Darmajaya raih omzet belasan juta rupiah

id Dj, darmajaya, alumni darmajaya

Kembangkan usaha maket dan miniatur, alumni IIB Darmajaya raih omzet belasan juta rupiah

Deni Yuharno menjadi entrepreneur dengan karya miniatur dan maketnya hingga beromset belasan juta rupiah. (Antaralampung.com/Istimewa)

Bandarlampung (ANTARA) - Berawal dari hobi, Deni Yuharno menjadi entrepreneur dengan karya miniatur dan maket sehingga mampu meraih omzet belasan juta rupiah.

Deni merupakan alumni Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya tahun 2014. Saat kuliah, pria kelahiran Sukadana, Lampung Timur ini telah menyukai dunia usaha.

Dirinya sangat senang dapat diajarkan entrepreneur semasa duduk di bangku kuliah di kampus biru dan Darmajaya sangat membantunya dalam membentuk jiwa entrepreneur.

"Saat kuliah saya sangat senang dengan mata kuliah yang berhubungan dengan entrepreneur. Nilai saya selalu tinggi," ungkapnya.

Menurutnya, dosen-dosen juga sangat membantu dalam memberikan bimbingan dan arahan ketika ingin menggeluti dunia wirausaha. “Pertama kali saya buat maket kampus itu saat kuliah, tetapi yang ukuran besar (60 x 60 cm). Karena hobi saya memang di dunia arsitektur," katanya.

Deni pun berpikir untuk membuat maket kampus ukuran kecil. "Saya buat waktu itu ada 30 buah tetapi hanya satu yang berhasil terjual. Setelah dipasarkan melalui marketplace,  dalam seminggu ludes bahkan terdapat pesanan kembali," ujarnya.

Beberapa institusi juga telah banyak yang memesan karyanya. "Tidak hanya kampus, tapi ada pemerintahan dan sekolah yang memesan juga. Tahun kemarin kita mendapatkan pesanan untuk membuat maket RSUD dan Taman Megalitihikum Kabupaten Tulangbawang Barat dalam Pekan Raya Lampung," ucapnya.

Sempat usahanya jatuh, Deni berhasil bangkit dengan membuat diversifikasi produk. “Sekarang saya menerima pesanan pembuatan plakat, siluet lukisan, souvenir gantungan kunci, jam dan pembuatan miniatur stadion di Eropa. Kita juga bisa menerima pesanan satuan,” kata dia.

Deni mengatakan pesanan miniatur stadion juga menjadi tren di kalangan anak muda pecinta bola. “Pesanannya berasal dari luar Lampung seperti Kalimantan, Jawa, dan Bali. Untuk harga maket dan miniatur tergantung tingkat kerumitan dan ukurannya dari Rp250 ribu sampai Rp20 juta,” jelasnya.

Kini, Deni menjalani usaha dengan berbendera CV yang telah didirikannya. “Alhamdulillah sudah buat CV Indonesia Lapak Kreatif, tujuannya juga sebagai jalan memasarkan produk seluruh usaha kreatif anak muda di Lampung. Jadi tidak hanya usaha saya saja,” terangnya.

Secara terpisah, Rektor IIB Darmajaya Firmansyah mengatakan keberhasilan alumni menjadi entrepreneur juga membanggakan kampus.

"IIB Darmajaya menginginkan mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki soft skill. Mata kuliah entrepreneur merupakan salah satu cara menumbuhkan minta dalam berwirausaha," katanya.
 
Firman berharap semakin banyak alumni yang berkiprah sebagai entrepreneur menjadi mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru.

"Dengan banyaknya entrepreneur di suatu daerah maka perekonomian masyarakat juga akan berdampak secara langsung. Selain sebagai entrepreneur alumni Darmajaya juga terserap oleh pasar kerja di perusahaan-perusahaan skala multinasional diantaranya Astra Internasional, Askrindo, dan Mandiri Utama Finance," katanya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar