Petambak di Lampung Timur pilih budi daya udang vanamei

id Udang,tambak udang,Lampung Timur

Petambak di Lampung Timur pilih budi daya udang vanamei

Warga sedang menimbang udang Vanamei. (Antaralampung.com/Muklasin)

Lampung Timur (ANTARA) - Petani tambak di Kabupaten Lampung Timur kini hampir seluruhnya membudidayakan udang vanamei, padahal mereka sebelumnya adalah petani tambak udang windu sejak tahun 1990-an.

"Sekarang sudah hampir semuanya membudidayakan udang vanamei, kalau dulu udang windu," kata Koriri, salah seorang petani tambak di Desa Muara Gading Mas, Lampung Timur, Rabu.

Menurut Koriri, alasan para petani tambak lebih memilih membudidayakan udang vanamei ketimbang udang windu karena budidaya vanamei lebih gampang.

"Kalau vanamei tidak nunggu lama panennya, pertumbuhan udang vanamei lebih cepat, dua bulan saja sudah bisa panen, kalau windu nunggu empat bulanan," ujarnya.

Soal harga jual, vanamei juga tidak kalah bersaing dengan windu.

Dia menyatakan, petani tambak sepanjang pantai Lampung Timur dari Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai sampai dengan Desa Labuhanratu Kecamatan Pasir Sakti telah beralih membudidayakan vanamei.

"Ada ribuan hektare tambak yang diisi udang vanamei," katanya.

Wondo, petambak lainnya menyebutkan petani tambak di Lampung Timur sebelumnya membudidayakan windu sejak tahun 1990 sampai Tahun 2015.

"Sekitar tahun 2016 sampai dengan sekarang beralih ke vanamei, " ungkap dia.

Manto, pedagang udang vanamei menyebutkan harga vanamei saat ini di tingkat petani tambak Rp54 ribu perkilogram untuk ukuran 100.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar