
Rutan Menggala dukung pendidikan kesetaraan untuk narapidana

Tentunya bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap kembali ke tengah masyarakat
Bandarlampung (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Menggala, Tulang Bawang, melakukan penandatanganan kerja sama bersama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) terkait pendidikan kesetaraan bagi narapidana setempat.
Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Menggala, Ade Hari Setiawan mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Rutan Menggala dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi narapidana di bidang pendidikan.
"Tentunya bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap kembali ke tengah masyarakat," katanya dikonfirmasi dari Bandarlampung, Selasa.
Menurut dia, pendidikan kesetaraan tersebut merupakan hak dasar bagi warga binaan yang harus dipenuhi negara. Melalui kerja sama tersebut, narapidana nantinya diberikan kesempatan untuk mengikuti program Paket A, B, dan C sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
"Pendidikan kesetaraan ini sejalan dengan salah satu poin penting yang ada di dalam 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu penguatan pembinaan dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan,” kata dia.
Dengan adanya pendidikan paket tersebut, ia berharap ke depan narapidana dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh demi masa depan saat setelah keluar atau bebas.
"Saya harapkan semua dapat ikut, kejar pendidikan yang sempat tertinggal. Tentunya ini demi masa depan mereka, kami hanya berikan peluang kepada mereka agar dapat berkarya kembali," katanya.
Sementara itu, SKB Tulang Bawang menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Rutan Menggala termasuk penyediaan tenaga pendidik, modul pembelajaran, serta mekanisme evaluasi pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kerja sama ini, diharapkan narapidana tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal pendidikan yang bermanfaat untuk masa depan mereka sehingga mampu berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.
Pewarta : Damiri
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
