MUI: Kalau rugikan moralitas, larang Hari Valentine

id larangan hari valentine, ketua mui, ma'ruf amin

Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin (Foto : Antaranews com/Dok)

Wali kota dan bupati melihat kerawanan enggak. Kalau ada kerawanan, larang itu lebih bagus, kata dia
Jakarta (Antaranews Lampung) - Jika perayaan Hari Valentine memicu ketidakbaikan terutama dari sisi moralitas sebaiknya dilarang, kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Jika Valentine itu membawa ketidakbaikan, kerusuhan, melanggar moralitas, pergaulan bebas memang sebaiknya dilarang, kalau itu," kata Ma'ruf di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, terkait adanya sejumlah kepala daerah di Indonesia yang melarang perayaan Valentine, atas fenomena itu, Maruf mengatakan kepala daerah terkait dipastikan memiliki pertimbangan khusus sehingga mengeluarkan kebijakan tersebut.

Pertimbangan para kepala daerah itu seperti adanya kerawanan, seks bebas, pesta minuman keras atau hal-hal lainnya. "Wali kota dan bupati melihat kerawanan enggak. Kalau ada kerawanan, larang itu lebih bagus," kata dia.

Diberitakan, terdapat daerah yang melarang perayaan Valentine seperti di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pemerintah setempat siap menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berpatroli mencegah dan mengantisipasi perayaan Valentine.

Larangan perayaan itu berlaku di tempat-tempat umum dan lingkungan sekolah. Sementara perayaan di kafe dan hotel diperbolehkan karena menjadi bagian dari pendapatan pengusaha. Larangan tersebut juga sudah disosialisasikan ke berbagai kalangan masyarakat.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar