Lindungi Gajah Di TN Way Kambas

id TNWK, Festival Way Kambas, gajah, badak

Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas Provinsi Lampung tersisa 247 ekor. (Foto Antaralampung,com/)

Pemkab Lampung Timur menggelar Festival Way Kambas yang ke-17 di Pusat Konservasi Gajah TNWK selama tiga hari, 11- 13 November 2017
Sukadana (Antara Lampung)  - Lembaga penelitian Wildlife Conservation Society (WCS) mengajak para pengunjung Festival Way Kambas (FWK) 2017  untuk turut berperan melindungi satwa  gajah di Taman Nasional Way Kambas yang jumlahnya diperkirakan semakin sedikit.
   
Menurut Ardiantiono,  Koordinator Data dan Pengetahuan WCS Indonesia saat ditemui di Pusat Konservasi Gajah TNWK Lampung Timur, Minggu, pihaknya melalui FWK 2017   mempromosikan kepada pengunjung tentang perlindungan terhadap satwa mamalia berbadan besar itu.  
    
"Cara yang kami lakukan adalah dengan memberikan informasi seputar kehidupan gajah kepada pengunjung. Mereka yang datang ke gerai kami, akan dijeskan tentang gajah,  seperti beratnya,  tinggi,  habitat, populasi,  pola makan, area jelahnya, " kata Ardiantono.
   
Selain memberikan informasi seputar gajah,  kepada pengunjung juga diberikan informasi satwa lain yang terdapat di Taman Nasional Way Kambas.
    
Pengunjung pun diminta mengungkapkan harapannya terhadap kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas dan satwa yang ada di dalamnya. Salah satu pesan  yang ditulis  pengunjung adalah harapan agar TNWK dapat menyajikan kehidupan alami kepada satwa liar, dan TNWK semakin diminati para peneliti.
    
"Pengunjung juga diberikan tempat berfoto dengan latar belakang gajah way kambas, sebagai pesan perlindungan gajah. Pesan yang ingin disampaikan dengan berfoto ini bahwa gajah adalah insinyur hutan,  pejuang gajah, jangan jajah gajah dan gajah juga vegetarian," ujarnya lagi.  
   
WCS mencatat jumlah gajah TNWK hanya tersisa sekitar 247 ekor dari hasil survei tahun 2010.
   
"Lewat stan ini kami ingin gajah dilindungi, " tambahnya.
   
Selain WCS, Yayasan Badak Indonesia (YABI)  pun mempromosikan perlindungan satwa badak sumatera di hutan TNWK.
   
Menurut Yuliane,  Asisten Manger Wilayah Sumatera YABI, organisasinya bergerak melestarikan badak jawa dan badak sumatera.
   
"Way Kambas juga punya badak tidak hanya gajah yang harus dijaga, dan pengunjung masih banyak yang belum tahu kalau di TNWK ada badak makanya kita promosikan perlindungan badak sumatera di Festival Way Kambas ini" katanya.
   
Menurutnya, di FWK 2017 YABI bersama  tim Respons Protection Unit (RPU)  membuka donasi untuk perlindungan badak sumatera.  
   
"Kita mengajak semua orang melestartikan badak sumatera, caranya dengan donasi. Uang donasinya untuk menunjang perlindungan badak sumatera seperti untuk kegiatan patroli yang dilakukan oleh tim RPU dan YABI, jadi masyarakat tidak perlu ikut patroli menjaga badak sumatera,  cukup dengan donasi," ujar Yuliane lagi.
   
Ditambahkan drh Made Verawati, dokter yang menangani badak sumatera di Suaka Rhino Sumtera TNWK, upaya menjaga kelestarian badak terus dilakukan dengan melakukan tindakan pencegahan dari penyakit, memberikan  tindakan penunjang dengan pemberian vitamin dan melakukan tindakan pengobatan karena badak rentan menderita penyakit parasit darah dan sakit diare.
 
"Penyakit yang kerap menyerang badak adalah parasit darah dan sakit pencernaan seperti diare dan cacingan karena  badak makanya buah-buahan dan dedaunan," kata Drh Made Verawati.
   
Ia menyebutkan  di SRS Way Kambas terdapat 7 ekor badak sumatera, sedangkan jumlah badak sumatera saat ini diperkirakan tersisa 26 sampai 30 ekor saja.
   
"Berbagai upaya masih terus dilakukan untuk menambah jumlah badak sumatera. Keberhasilan yang sudah dilakukan SRS yaitu dengan kelahiran dua anak badak dari perkawinan badak jantan Andalas dan badak betina Ratu pada 23 Juni 2012 yang diberi nama "Andatu dan yang lahir pada 12 Mei 2016 diberi nama Delilah," katanya.
   
Seruan menjaga TNWK juga datang dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menghadiri FWK 2017.
    
Zulkifli mengajak semua pihak menjaga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang kaya akan keanekaragaman hayati.
    
"Mari kita jaga dan kita lestarikan Taman Nasional Way Kambas," katanya.
   
Pemkab Lampung Timur menggelar Festival Way Kambas yang ke-17 di Pusat Konservasi Gajah TNWK selama tiga hari,  11- 13 November 2017

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar