
Pembatas di TNWK jadi era baru kebangkitan konservasi Lampung Timur

Pemerintah kabupaten menyambut baik program dan inisiasi dari pemerintah pusat yang sangat memperhatikan gerakan konservasi di Taman Nasional Way Kambas
Bandarlampung (ANTARA) - Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan pembangunan pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi era baru kebangkitan konservasi di Kabupaten Lampung Timur.
"Pemerintah kabupaten menyambut baik program dan inisiasi dari pemerintah pusat yang sangat memperhatikan gerakan konservasi di Taman Nasional Way Kambas," ujar Bupati di Lampung Timur, Kamis.
Ia mengatakan pembangunan pembatas di Taman Nasional Way Kambas tersebut menjadi era baru kebangkitan konservasi di Lampung Timur yang kaya akan keanekaragaman hayati di wilayah taman nasional.
"Lampung Timur dan Lampung Tengah ini total ada 38 desa penyangga taman nasional. Dan 15 desa yang terdampak interaksi negatif dengan satwa liar menyambut baik inisiasi pembangunan pembatas tersebut," katanya.
Menurut dia, pembatas tersebut akan langsung berdampak positif untuk masyarakat desa penyangga salah satunya meningkatkan ekonomi, sebab akan ada pemberdayaan lebah madu dan tanaman serai di pembatas yang berfungsi sebagai barrier alami, namun bernilai ekonomis untuk masyarakat.
"Tagline Kabupaten Lampung Timur itu kabupaten konservasi dan berkelanjutan, kami terus mendukung serta menjaga keanekaragaman hayati. Mudah-mudahan adanya pendanaan konservasi, serta pembangunan pembatas yang tadinya masyarakat terdampak secara negatif bisa mendapatkan solusi, serta hidup berdampingan dengan satwa yang dilindungi," tambahnya.
Baca juga: Way Kambas jadi proyek percontohan untuk pembiayaan iklim inovatif
Baca juga: Menhut sebut penghalang TNWK sepanjang 138 kilometer siap dibangun
Baca juga: Prabowo siapkan Rp839 miliar guna redam konflik gajah-manusia di Way Kambas
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
