Logo Header Antaranews Lampung

LSM: Pilih Kapolri yang Bersih !

Sabtu, 7 Februari 2015 06:39 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA Lampung) - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) berkumpul di kantor Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) Jakarta, Jumat (6/2), mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera bertindak dalam memutuskan calon Kapolri yang bersih dalam rekam jejaknya.

"Pada intinya kami semua hadir di sini meminta Presiden Jokowi untuk segera bertindak tegas dalam memilih Kapolri yang bersih," kata mantan koordinator Kontras Usman Hamid.

Ia mengatakan, pemilihan calon Kapolri baru karena beredar kabar batalnya pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan dapat menentukan arah penyelesaian polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri.

Sejumlah LSM yang hadir tersebut mempertanyakan perihal pengangkatan Budi Waseso menjadi Komisaris Jenderal dan masuk dalam calon Kapolri yang direkomendasikan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Salah satu pendiri Kontras M Billah mengatakan jika Komjen Pol Budi Waseso diangkat menjadi Kapolri akan mengancam keberadaan KPK.

"Kalau dia (Budi Waseso) naik jadi Kapolri, semua komisioner KPK akan jadi terdakwa, artinya KPK lumpuh," kata Billah.

Ia menilai Komjen Pol Budi Waseso telah melakukan pelanggaran dalam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto seperti yang telah diungkapkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dari penyelidikannya.

Selain itu, salah satu Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Ahmad Labib juga meminta agar presiden segera memutuskan kebijakan yang pro terhadap gerakan antikorupsi terhadap permasalahan yang ada saat ini.

"Kami menegaskan Pemuda Muhammadiyah akan melakukan gerakan berjamaah melawan korupsi, dan meminta presiden untuk mengambil keputusan yang antikorupsi," kata Ahmad.

Pada pertemuan tersebut dihadiri sejumlah LSM seperti Kontras, Imparsial, Setara Institute dan Pemuda Muhammadiyah.

Sejumlah LSM meminta presiden untuk menonaktifkan Komjen Pol Budi Gunawan dan tidak mengangkat Komjen Pol Budi Waseso sebagai Kapolri.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026