Logo Header Antaranews Lampung

Timsel KPU Lampung Jaring 52 Kandidat Komisioner

Minggu, 8 Juni 2014 13:30 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung telah melaksanakan tahapan seleksi calon komisioner KPU Lampung yang baru, dan berhasil menjaring sebanyak 52 kandidat yang masih harus menjalani tahapan seleksi selanjutnya, termasuk ujian tulis.

Menurut anggota Timsel KPU Lampung, Dr Wahyu Sasongko SH MH, di Bandarlampung, Minggu (8/6), pihaknya baru rampung menjalankan tahapan awal seleksi administrasi bagi para pelamar calon anggota KPU Lampung itu.

"Pada Minggu ini dilaksanakan ujian tulis, kemudian disusul dengan tes kesehatan," ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) itu pula.

Wahyu menyebutkan, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 52 orang calon yang lolos seleksi administrasi calon komisioner Lampung, untuk selanjutnya mereka masih harus mengikuti tahapan selanjutnya.

Pada awalnya, Timsel KPU Lampung menerima sebanyak 92 berkas pelamar calon anggota KPU Lampung itu, dan setelah diseleksi hanya meloloskan 52 orang di antaranya.

Para pelamar calon komisioner KPU Lampung itu sebagian di antaranya didominasi anggota KPU dan Panwaslu di Lampung, termasuk lima Komisioner KPU Lampung saat ini, yaitu Dr Nanang Trenggono, Edwin Hanibal SH, Dra Handi Mulyaningsih MA, Firman Seponada SE, dan Solihin.

Timsel melaksanakan tahapan seleksi calon komisioner KPU Lampung mulai 9 Mei hingga 4 Juli 2014, dan menargetkan dapat segera menetapkan lima komisioner periode 2014--2019.

Adapun jadwal dan tahapan seleksi calon anggota KPU Lampung itu adalah 9 Mei 2014, Timsel menetapkan susunan keanggotaan, 20 Mei rapat koordinasi Timsel dengan sekretariat, 21--23 Mei pengumuman pendaftaran calon komisioner; 24 Mei--2 Juni 2014 penerimaan pendaftaran calon komisioner, 3 Juni 2014 penelitian administratif, 4 Juni 2014 rapat penetapan hasil penelitian administratif, 5--7 pengumuman hasil penelitian administratif, 8 Juni 2014 seleksi tertulis, 9--12 Juni tes kesehatan dan penerimaan hasilnya pada 13 Juni, tes tertulis calon yang lolos uji kesehatan 14--16 Juni, tes wawancara 17--19 Juni, dan diskusi kelompok terarah.

Timsel juga melaksanakan uji publik untuk para calon komisioner itu untuk mendapatkan masukan dari masyarakat luas tentang rekam jejak dan kemampuan mereka sebagai bahan pertimbangan Timsel.

Wahyu Sasongko menegaskan, akan secara detail menelusuri rekam jejak calon komisioner khususnya yang pernah menjadi penyelenggara pemilu, sebagai anggota KPU maupun Panwaslu.

"Rekam jejak mereka itu itu penting untuk menciptakan demokrasi yang berkualitas dan baik, agar komisioner yang terpilih teruji integritas dan kredibilitasnya," ujarnya lagi.

Dia menegaskan, tidak akan meloloskan calon yang memiliki rekam jejak yang buruk selama menjadi penyelenggara pemilu tersebut.

Sebelumnya, Ketua Timsel KPU Lampung, Dr Rudy SH LLM juga menyatakan, para calon KPU Lampung itu akan diuji publikm, dan pihaknya dalam proses pemilihan calon komisioner yang paling diutamakan adalah integritas.

Timsel membuka kesempatan melibatkan warga mempelajari rekam jejak calon komisioner pada masa uji publik yang berlangsung setelah tes psikologi, kata Rudy pula.

Tanggapan dari masyarakat pada masa uji publik itu, kata dia, bisa disampaikan langsung ke sekretariat Timsel, atau bisa juga dikirim melalui surat.

Namun, dia mengingatkan, warga yang menyampaikan tanggapan itu haruslah disertai bukti kuat demi menghindari fitnah dan menjamin objektivitasnya.

Timsel menargetkan pada 4 Juli sudah dapat menentukan susunan komisioner KPU Lampung yang baru.

Berkaitan seleksi komisioner KPU Lampung itu, berbagai pihak mengingatkan agar berlangsung transparan, objektif dan mendasarkan penilaian secara profesional termasuk memperhatikan rekam jejak para pelamarnya.

Timsel diingatkan tidak terlibat dan terjebak dalam persekongkolan dengan pihak tertentu untuk meloloskan calon tertentu menjadi komisioner, mengingat kredibilitas Timsel dipertaruhkan termasuk hasil seleksi akan dapat dinilai kualitas dan kapasitasnya oleh publik selanjutnya.

Tantangan tugas paling berat bagi komisioner baru itu adalah melaksanakan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, dan belum diketahui akankan lima Komisioner KPU Lampung saat ini akan diperpanjang kembali masa jabatannya atau diserahkan kepada para komisioner baru untuk melaksanakan Pilpres tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026