Logo Header Antaranews Lampung

BI: "Outlook" dari Moody's tak cerminkan pelemahan fundamental

Jumat, 6 Februari 2026 10:02 WIB
Image Print
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup turun 406,87 poin setara 4,88 persen ke level 7.922,73. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang penyesuaian outlook negatif dari lembaga pemeringkat Moody’s tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (5/2), Moody's mengumumkan untuk mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Perry menjelaskan bahwa kinerja ekonomi domestik tetap solid, di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian global.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,1 persen.

Inflasi tetap terjaga pada 2,92 persen, berada dalam kisaran sasaran, dan stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui komitmen kuat bank sentral.

Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

Selain itu, catat Perry, digitalisasi sistem pembayaran yang tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, BI memprakirakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah akan tetap solid dengan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diprakirakan meningkat di kisaran 4,9-5,7 persen ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia.

Kinerja positif tersebut diprakirakan akan terus meningkat pada 2027, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,1-5,9 persen, serta inflasi yang akan tetap terkendali.

BI menyampaikan, pihaknya akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global yang meningkat,

Selain itu, bank sentral bersinergi erat dengan KSSK dan Program Asta Cita Pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk memperkuat komunikasi kebijakan dalam rangka memelihara kepercayaan pasar.

Adapun dalam laporannya, Moody's menyatakan bahwa afirmasi rating Indonesia pada Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid, serta didukung oleh kekuatan struktural termasuk sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang prospek pertumbuhan jangka menengah.

Afirmasi rating Indonesia juga didukung oleh kredibilitas kebijakan moneter dan kehati-hatian fiskal yang terjaga, yang mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Sementara itu, revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody's akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian.

Lembaga pemeringkat ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada pada kisaran 5 persen dalam jangka pendek hingga menengah, dengan ketahanan ekonomi yang terjaga.

Moody's menilai bahwa defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3 persen PDB, sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan basis penerimaan, yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makro dan keuangan.

Dalam hal ini, Moody's mengapresiasi upaya Pemerintah untuk mendorong penerimaan antara lain melalui peningkatan efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI: "Outlook" negatif dari Moody's tak cerminkan pelemahan fundamental



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026