Logo Header Antaranews Lampung

Konseling Remaja Waykanan Dukung Program KB Lewat Drama

Senin, 9 Desember 2013 10:20 WIB
Image Print

Waykanan, Lampung (ANTARA LAMPUNG) - Pusat Informasi dan Konseling Remaja Agent Gepang dari SMA Pangastuti Kabupaten Waykanan di Provinsi Lampung mengajak partisipasi masyarakat aktif menyukseskan Program Keluarga Berencana melalui pementasan drama.

"Kami menampilkan drama tentang tidak ada lagi istilah banyak anak banyak rezeki dan menikah pada usia muda," ujar Duta Mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) Nasional 2013 Ponita Dewi selaku pembina Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Agent Gepang di Blambanganumpu Waykanan, Senin (9/12).

Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penilaian Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Kampung Gunungsari ,Kecamatan Gununglabuhan, Waykanan.

"Melalui drama sederhana tersebut, kami juga ingin memberikan informasi kepada remaja untuk tidak menikah pada usia dini untuk menyukseskan salah stu program GenRe, yaitu pendewasaan usia perkawinan," kata Ponita lagi.

Pelajar SMA Pangastuti yang mendukung drama itu, seperti Wahyu Permadi, Horun Ansori, Ahmad Fauzi, Dian Aprendi, Okta Krisna, Robi Saputra, Apriliani, Wiwik, Rusdiani, Lilis Wijayanti, Okta Darlin, Sari Sulastri, Isnaini, Ari, Feby Bunga dan Tri Haryati.

Umumnya mereka berharap, penampilan itu dapat menyokong program GenRe yang mendukung pemerintah pusat untuk menurunkan angka kepadatan penduduk.

Tim penilai lomba yang dipimpin Irianto itu dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung disambut penari dari Sanggar Tari Ratu Puji binaan Nuratia Savitri Kerukaspari.

Para penari, yaitu Nia Meliyanti, Hepi Asmarayani, Rohimah, Sindy Yuliana dan Feni Suartika yang diiringi pemusik Jaka, Dede, A Marhadi, Junaidar dan Diego membawakan tari kreasi penyambutan tamu.

"Pelaksanaan penilaian Kesrak PKK-KB-Kesehatan yang kita laksanakan saat ini merupakan penilaian prestasi atas pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, baik oleh dinas instansi terkait kepada kader binaan, maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di kampung yang menjadi sasaran penilaian dengan berbagai indikator penilaian yang telah ditentukan," ujar Bupati Waykanan Bustami Zainudin.

Bupati mengharapkan setiap petugas dan pengelola kegiatan ini, agar dapat bekerja keras dan bekerjasama untuk dapat menghasilkan karya-karya yang nyata dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Jika kita simak dan cermati berbagai isu dan permasalahan penting dalam bidang KB dan Kesehatan, seperti makin menurun keikutsertaan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi yang diperlukan, rendahnya upaya pencarian pelayanan kesehatan yang memadai, hal inilah yang dapat memicu tidak terkontrolnya angka kelahiran, sehingga menimbulkan lonjakan jumlah penduduk," kata Bustami lagi.

Karena itu, ujarnya, melalui Program KB Nasional dengan melibatkan berbagai pihak, baik di pusat dan daerah termasuk jajaran TP PKK Kabupaten, masyarakat dapat mengetahui pentingnya program KB dan layanan kesehatan agar terjadi keseimbangan jumlah penduduk.

"Program KB-Kesehatan harus dipahami oleh masing-masing keluarga dalam masyarakat, karena di dalam keluargalah peranan Program KB akan dirasakan manfaatnya," kata Bupati lagi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026