
Komisi VII DPR minta optimalisasi bendungan guna industri pakan ternak

Bendungan-bendungan yang sudah dibangun itu harus beroperasi dengan maksimal, sebab akan percuma sudah dibangun kalau tidak mengalir
Lampung Selatan (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan bahwa Provinsi Lampung perlu mengoptimalkan operasional infrastruktur sumber daya air (SDA) berupa bendungan untuk mendukung produksi industri pakan ternak.
"Dalam menjaga harga pangan tetap terjaga, tentu harus memastikan industri tetap produktif dan yang menjadi catatan tadi, salah satunya terkait jadwal tanam serta ketersediaan air untuk komoditas yang menjadi bahan baku industri," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim di Lampung Selatan, Jumat.
Ia mengatakan jadwal tanam serta ketersediaan air sangat berkaitan erat dengan produktivitas industri, khususnya industri pakan ternak, karena membutuhkan bahan baku dari komoditas pertanian yang harus berproduksi sesuai musim tanam.
"Untuk mendukung produktivitas industri yakni mengenai jadwal tanam, dan kebutuhan air ini menjadi hal yang sangat penting. Bendungan-bendungan yang sudah dibangun itu harus beroperasi dengan maksimal, sebab akan percuma sudah dibangun kalau tidak mengalir," katanya.
Menurut dia, di Provinsi Lampung terdapat beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) infrastruktur sumber daya air berupa bendungan, yang ternyata belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung produktivitas pertanian.
"Operasional bendungan ini kalau tidak optimal maka akan berefek juga ke industri. Ketika bendungan ini airnya sudah mengalir maksimal, maka kebutuhan air di lahan pertanian tidak bergantung hanya dari hujan. Jadi masa tanam bisa bertambah, serta panen bisa bertambah tidak hanya di bulan panen," ucap dia.
Oleh karena itu, ia berharap dapat dilakukan peningkatan pembangunan irigasi di Provinsi Lampung untuk mendukung melimpahnya bahan baku industri pakan, salah satunya komoditas jagung.
"Tentunya untuk memastikan industri berjalan, lalu produktivitas pertanian baik perlu kerjasama dengan berbagai pihak. Dan kalau di Lampung untuk produksi jagung karena menjadi daerah dengan produksi terbesar ketiga stok masih cukup untuk melayani dan menyangga industri pakan ternak di beberapa provinsi," tambahnya.
Baca juga: Komisi VII DPR minta pelaku industri untuk manfaatkan energi hijau
Baca juga: Komisi VII DPR: Industri pakan berdaya saing untuk kelola bahan baku lokal
Baca juga: Komisi VII minta Kemenpar perubahan fokus pariwisata ke aspek kualitas
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
