
Harga Kambing untuk Kurban Naik

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga ternak kambing di desa-desa pedalaman Provinsi Lampung terus merambat naik antara Rp300.000 hingga Rp500.000/ekor, menjelang Idul Adha 1434 H/2013 M, untuk ukuran besar mencapai Rp3 juta/ekor.
Petani yang juga menjadi pembeli hewan ternak di Desa Kampungbaru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Roni (47), di Kampungbaru, Minggu (6/10), mengatakan, harga hewan kambing terus naik menjelang Idul Adha, terutama yang ukuran besar dan memenuhi syarat untuk ibadah kurban.
"Harga kambing di sini sudah mahal, terutama yang ukuran besar dan sudah memenuhi syarat untuk beribadah kurban," katanya.
Roni, bapak dari tiga orang anak itu mengaku setiap tahun mencari pendapatan tambahan bagi keluarganya dengan cara melakukan jual-beli ternak kambing.
"Ya lumayan kalau ada yang memesan ya kita carikan, untuk tambah-tambah uang belanja keluarga," ujarnya.
Warga yang tinggal di desa yang berjarak sekitar 60 km dari Kota Bandarlampung itu menjelaskan lebih lanjut, pada saat normal, harga kambing ukuran kecil hanya sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta/ekor, namun kini sudah mencapai Rp1,5 juta/ekor.
Kemudian, katanya lebih lanjut untuk kambing ukuran sedang yang biasanya hanya sekitar Rp1,5 juta sekarang sudah mencapai sekitar Rp2 juta/ekor.
"Apalagi yang kambing ukuran besar, biasanya antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta, sekarang sudah ditawarkan sekitar Rp3 juta, bahkan ada yang lebih," kata Roni lagi.
Terus meningkatnya harga kambing di desanya, katanya pula, seperti halnya terjadi pada menjelang Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, karena tingkat permintaan yang terus meningkat.
"Seperti biasa, setiap menjelang lebaran Haji harga kambing di sini naik, soalnya selain untuk keperluan konsumsi daging dan ibadah kurban warga setempat juga banyak pedagang dari kota yang datang ke desa-desa membeli kambing untuk dijual kembali di kota," demikian Roni menambahkan.
Sementara itu, sejak beberapa hari terakhir, semakin bermunculan pedagang ternak kambing dan sapi musiman yang menempati lokasi-lokasi strategis di pusat dan pinggiran Kota Bandarlampung.
Selain di Jl. Tamin, Tanjungkarang Pusat, bermunculan pula penjual kambing musiman itu seperti di Jl. Rasuna Said, dan Jl.Pangeran Emir M Nur, Telukbetung.
Puluhan ekor kambing ukuran sedang hingga besar nampak diikat rapih sambil diberi makan dan minum, dan ditunggu oleh penjualnya atau petugas penjaganya secara bergantian siang dan malam.
Kambing-kambing itu, kata sejumlah pedagang ada yang masih dijual, namun ada pula beberapa ekor yang sudah laku dijual namun masih dititipkan oleh pemiliknya dengan tambahan upah tertentu dan akan diambil saat Idul Adha tiba.
Khusus di Jl. Pangeran Emir M Nur, pada Minggu pagi pedagang menjajakan ternak kambing yang bisa untuk berkurban dengan harga beragam, antara Rp3 juta hingga Rp4 juta.
"Yang ukuran sedang itu sekiar Rp3 juga sampai Rp3,5 juta, dan yang besar Rp4 juta," kata pedagang itu sambil mengikat dan memberi makan ternak kambing dagangannya.
Idul Adha 1434 Hijriah akan jatuh pada Selasa (15/10).
Pewarta : M.Tohamaksun
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
