Logo Header Antaranews Lampung

"Terasing di Negeri Sendiri" Edisi Mahasiswa Terbit

Minggu, 9 Desember 2012 01:44 WIB
Image Print
Buku "Terasing di Negeri Sendiri" karya Oki Hajiansyah Wahab edisi kedua, juga dengan edisi khusus mahasiswa. (FOTO: ANTARA LAMPUNG/Dok. Indepth Publishing)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Buku "Terasing di Negeri Sendiri" karya Oki Hajiansyah Wahab edisi khusus mahasiswa telah diterbitkan.

Manager Indepth Publishing, penerbit buku itu, Tri Purna Jaya, di Bandarlampung, Sabtu, menyatakan bahwa sebagai bentuk komitmen peningkatan budaya literasi di kalangan mahasiswa, buku "Terasing di Negeri Sendiri" menyediakan 500 eksemplar buku dengan harga khusus mahasiswa Rp15.000 per eksemplar.

Sebenarnya, menurut dia, buku ini akan dijual di pasaran Rp25.000 per eksemplar, masih lebih murah dari edisi sebelumnya yakni Rp35.000.

Namun atas permintaan penulisnya, dan juga komitmen kami agar buku ini bisa terdistribusi ke seluruh kalangan, akhirnya kami memutuskan untuk menyediakan 500 eksemplar edisi untuk mahasiswa itu, kata Tri lagi.

Dia menganjurkan agar pemesanan buku edisi khusus mahasiswa itu dapat dilakukan secara kolektif.

Menurut dia, beberapa bulan lalu, penerbit itu telah mencetak edisi pertama buku dimaksud sebanyak 1.000 eksemplar, dan telah habis terjual dalam waktu tiga bulan.

Minat yang tinggi dari pembaca atas buku yang berkisah tentang perjuangan warga Moromoro di Kabupaten Mesuji, Lampung itu, mendorong penerbitnya untuk kembali mencetak 3.000 eksemplar.

Seperti edisi perdana, seluruh hasil penjualan buku ini akan didedikasikan penulisnya untuk pengembangan layanan pendidikan dan kesehatan anak-anak di Moromoro.

Tri merincikan bahwa buku yang juga diterbitkan dalam edisi berbahasa Inggris dengan judul "Alienated in Their Own Homeland" pada edisi revisi ini berbeda dalam gaya bahasa penulisan, menampilan foto, ukuran buku yang didesain sebesar komik dan penambahan kata pengantar dari Prof Deny Indrayana dan Nick Armstrong.

Edisi kedua buku ini juga akan dibedah di Universitas Kebangsaan Malaysia pada 14 Desember 2012 bersamaan dengan pemutaran film dokumenter Mencari Pancasila.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026