Logo Header Antaranews Lampung

Sebagian Tanaman Kakao Di Lamtim Mati

Rabu, 26 Oktober 2011 05:53 WIB
Image Print
PEREMAJAAN KAKAO (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Sukadana, Lampung (ANTARA LAMPUNG) - Sebagian tanaman kakao milik petani di Kabupaten Lampung Timur mati akibat tidak mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

"Dari satu hektare lahan, tanaman yang mati sekitar 10 persennya karena kekeringan ini," kata Sudarto, patani kakao di Desa Tanjungharapan Kecamatan Margatiga Lampung Timur, Rabu.

Bagi tanaman yang tidak mati, katanya, sama sekali tidak berbuah dan daunnya berguguran akibat kekurangan air dan panas matahari menyengat beberapa bulan ini.

"Jika kemarau lebih lama maka tanaman mati akan lebih banyak lagi," katanya.

Ia mengatakan, tanaman kakao daerah itu terbiasa berada di daerah sedikit lembab sehingga saat kemarau tahun ini banyak yang mati kekeringan.

"Saat kemarau tahun lalu tanaman kakao masih berbuah meskipun produktivitasnya menurun," ujar dia.

Petani setempat lainya, Juremi mengatakan tanaman kakao pada musim ini banyak yang tidak berbuah bahkan sebagian ada yang mati akibat kemarau.

"Meskipun berbuah, namun hanya kecil-kecil kemudian menghitam dan jatuh sebelum dipanen," katanya.

Sekarang ini, katanya petani hanya membiarkan tanaman tersebut karena tidak dapat berbuat banyak dengan musim kering ini.

"Petani hanya bisa berharap hujan segera turun dengan lebih deras karena sebelumnya hanya sempat gerimis beberapa kali," harapnya.

Kemudian, katanya, dengan kendala tersebut para pekebun kakao lebih memilih tidak beraktivitas karena lahan pertanian lain juga ikut kering.

"Perkiraan kami petani baru dapat beraktivitas di kebun dan sawah sekitar satu bulan ke depan menunggu hujan lebih deras," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026