
Pemprov Lampung kerja sama kembangkan kakao sistem agroforestri

Kerja sama ini menitik beratkan pada hilirisasi komoditas kakao, yakni sebagai upaya mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengembangan hilirisasi komoditi kakao dengan menggunakan sistem agroforestri berkelanjutan.
"Kerja sama ini menitik beratkan pada hilirisasi komoditas kakao, yakni sebagai upaya mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. Dan kerja sama ini dilakukan bersama pihak swasta yakni PT Olam yang telah memberikan respon positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dikembangkan petani di Kabupaten Lampung Timur dan Pesawaran," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan PT Olam Indonesia bersama P4F program internasional yang didanai Pemerintah Inggris melalui UK Aid, memiliki sejumlah program yang fokus pada perlindungan hutan tropis dan penggunaan lahan berkelanjutan.
Program tersebut antara lain diarahkan pada peningkatan kapasitas petani serta penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan hutan.
"Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui skema perhutanan sosial," ucap dia.
Pertemuan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari pendampingan terhadap kegiatan peninjauan langsung ke lahan kakao milik petani di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur.
Ia pun optimistis program hilirisasi kakao ini kedepannya dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani lokal.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah menambahkan kolaborasi ini telah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan petani lokal.
"Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pihak swasta juga mendorong penerapan budidaya berkelanjutan melalui pola agroforestri, sehingga nilai ekonomi dan nilai ekologis hutan dapat dibangun secara bersamaan," ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut akan menyasar petani perhutanan sosial yang sebagian besar mengembangkan komoditas kakao. Nantinya akan ada pengembangan kakao berkelanjutan, serta kolaborasi dalam pelatihan petani sekaligus pengembangan hilirisasi.
Program kerja sama itu akan mencakup wilayah perhutanan sosial seluas 35.000 hektare di provinsi Lampung dan melibatkan sekitar 18.000 petani, tepatnya di empat kabupaten, yakni Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus.
Baca juga: Zulhas perkuat perhutanan sosial Lampung melalui penanaman bibit kakao
Baca juga: PTPN I siapkan Rp7 triliun untuk perkuat hilirisasi kelapa dan kopi
Baca juga: Mentan sebut Rp9,9 triliun disiapkan untuk hilirisasi kelapa hingga kakao
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
