Logo Header Antaranews Lampung

Lampung Timur kembangkan agroforestry kakao berbasis perhutanan sosial

Rabu, 4 Februari 2026 09:24 WIB
Image Print
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami

Lampung Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengembangkan agroforestry kakao berkelanjutan berbasis perhutanan sosial, guna memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Program ini dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan diskusi Program Agroforestry Kakao Berkelanjutan yang digelar di Kelompok Tani Hutan (KTH) 5 Desa Sidomulyo, Kecamatan Way Jepara. 

Diskusi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan PT Olam Indonesia/OFI Abdillah beserta jajaran, tim Palladium dan Partnering for Forests (P4F), perwakilan UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), mitra internasional, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mempercayakan Lampung Timur sebagai lokasi pengembangan program agroforestry kakao berkelanjutan.

"Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami, khususnya bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial di Kecamatan Way Jepara dan sekitarnya," ujar Ela.

Menurut dia, Lampung Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. 

Namun, di sisi lain, daerah ini juga menghadapi tantangan serius berupa tekanan kawasan hutan, degradasi lahan, serta dampak perubahan iklim yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan.

Ela menilai penerapan perhutanan sosial dan agroforestry merupakan langkah tepat untuk menjawab tantangan tersebut. 

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

"Agroforestry kakao bukan sekadar sistem budidaya. Ini adalah pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi risiko perubahan iklim, sekaligus memberikan pendapatan berkelanjutan bagi petani," jelasnya.
 



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026