
Harga Lada Lampung Naik

Waykanan (ANTARA) - Pendapatan sebagian petani lada di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung pekan kedua September kembali meningkat seiring bertambahnya permintaan atas komoditas perkebunan tersebut.
"Harga lada naik Rp5 ribu per kilogram, dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram", terang Marhan, petani lada Dusun Talangkomering, Kampung Negeribatin, Kecamatan Blambanganumpu, Sabtu.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut termasuk kurang optimal.
"Beberapa bulan lalu pernah mencapai Rp60 ribu per kilogram," kata dia menjelaskan.
Perihal hasil panen lada tahun ini, ia mengatakan menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Saat ini hanya tercapai 1,2 kuintal lada dari dua hektar kebun lada yang saya miliki, di tahun lalu masih tercapai hasil sekitar satu ton," terang dia.
Kemudian ia melanjutkan, satu hektar kebun lada yang dimilikinya sudah tidak bagus lagi.
"Meski sudah dipupuk tetap banyak yang mati, padahal usia lada saya masih delapan tahun," tutur Marhan.
Ia memperkirakan, selain faktor tanah, kondisi kemarau panjang juga membuat sebagian lada yang dimilikinya menjadi mengering.
"Jika hujan banyak bakal buah rontok, kalau kemarau tidak berbuah," urai Marhan seraya mengatakan hasil tahun depan akan masih kurang bagus mengingat kemarau masih berlangsung.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
