Logo Header Antaranews Lampung

Dua Perompak Nelayan Ditangkap

Senin, 25 Juli 2011 17:46 WIB
Image Print
Mereka selalu menggunakan penutup muka serta senjata tajam dalam melakukan aksinya, dan tidak segan-segan langsung membacok para korban yang melawan

Bandarlampung, 25/7 (ANTARA LAMPUNG) - Direktorat Polisi Air Polda Lampung menangkap dua perompak anggota sindikat bajak laut berbagai daerah yang melakukan aksinya di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Menurut Direktur Pol Air Polda Lampung, Kombes Edion, di Bandarlampung, Senin, para perompak itu melakukan aksinya di perairan wilayah Jawa, Banten, Lampung dan Riau.

"Mereka selalu menggunakan penutup muka serta senjata tajam dalam melakukan aksinya, dan tidak segan-segan langsung membacok para korban yang melawan," kata dia.

Kedua perompak yang ditangkap itu, masing-masing bernama Najam (33), warga Sumatra Selatan dan Bahtiar (40), warga Labuhan Meringgai, Lampung Timur.

Keduanya ditangkap saat akan menjual kapal di Tanah Malam, Palembang, Sumatra Selatan, pada Senin (25/7) sekitar pukul 05.00 WIB.

Polisi juga sedang mengejar anggota perompak laut lainnya yang sudah teridentifikasi dan masuk DPO, yakni Su (43), dan Mn (41), keduanya warga Labuhan Meringgai, Lampung Timur.

Selain menangkap dua tersangka, polisi juga mengamankan senjata api mainan, enam senjata tajam, dan dua unit kapal nelayan milik korban Iskandar (40), serta Jamaludin (45).

Kedua korban tersebut merupakan nelayan yang biasa melaut di perairan Labuhan Meringgai, Lampung Timur.

Dalam aksinya, mereka menggunakan senjata tajam yang digunakan untuk membacok pemilik atau nakhoda kapal, lalu membawa kabur kapal nelayan yang bernilai Rp80 juta di perairan pantai timur Lampung Timur.

Salah satu korban, Jamaludin, menyatakan aksi tersebut dilakukan oleh kawanan bajak laut yang berjumlah empat orang dengan menggunakan penutup wajah sejenis sebo.

Korban yang merupakan nelayan sekaligus pemilik kapal langsung dilukai dengan senjata tajam oleh bajak laut, lalu membawa kabur kapal berikut peralatan melaut miliknya.

Menurut pengakuan korban, dia tengah menjaring ikan di perairan Wako, Lampung Timur, yang berjarak sekitar lima mil lebih dari Pelabuhan Perikanan Pantai Labuhan Maringgai Lampung Timur.

"Saat itu saya bersama anak saya, Yudi (18), dan Deden (19), melepaskan jaring ikan, tiba-tiba ada sebuah kapal motor kecil mendekati kapal kami lalu dengan cepat membacoki kami lalu mengambil alih kapal," kata dia.

Demi menyelamatkan anak-anaknya, Jamaludin yang juga terluka bacok menyerahkan kapal motor miliknya.

"Setelah saya serahkan kunci kapal, kami disuruh pindah ke kapal motor milik bajak laut yang lebih kecil," papar korban.

Setelah melakukan aksinya, kawanan bajak laut itu lalu melarikan diri ke arah Way Teladas, Tulangbawang.

Korban bersama dua keluarganya berhasil pulang menggunakan kapal motor yang ditinggalkan bajak laut tersebut.

Setelah aksi tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polair Labuhan Maringgai Lampung Timur pada Kamis (14/7).

(Ant)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026