Logo Header Antaranews Lampung

Festival Desa Lestari Pesawaran perkuat tata kelola perkebunan berkelanjutan

Kamis, 10 September 2026 19:49 WIB
Image Print
Kegiatan Festival Desa Lestari di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (9/9/2026) sebagai upaya memperkuat tata kelola perkebunan masyarakat sekaligus menjaga (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Bandarlampung (ANTARA) - Festival Desa Lestari di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (9/9/2026) sebagai upaya memperkuat tata kelola perkebunan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan.

Mengusung tema besar “Bersama Membangun Kesadaran Lingkungan dan Perlindungan Hutan”, festival ini diinisiasi oleh organisasi internasional Preferred by Nature (PbN) yang bekerja sama erat dengan GIZ Indonesia.

Inisiatif tersebut merupakan bagian integral dari program Sustainable Agriculture for Forest Ecosystems (SAFE).

Program strategis ini didanai bersama oleh Uni Eropa, Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), serta Kementerian Luar Negeri Belanda. Di tingkat nasional, implementasi program dijalankan secara sinergis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan GIZ.

Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah pemberian apresiasi kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Pesawaran atas komitmen dan dukungannya dalam mempercepat penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi para petani karet lokal.

STDB merupakan dokumen legalitas vital yang memberikan kepastian hukum serta pengakuan resmi bahwa kegiatan budidaya pertanian dilakukan pada lahan yang terdaftar dan tidak melanggar kawasan hutan.

Dalam proses pendaftaran hingga penerbitan STDB ini, program SAFE berkolaborasi dengan organisasi Nectary untuk mempermudah pemetaan serta registrasi data para petani.

Selain pendaftaran legalitas, apresiasi juga diberikan kepada para petani teladan oleh Kopernik, lembaga yang berperan aktif memberikan pelatihan teknis Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya komoditas karet.

Peran desa penyangga dan pencegahan karhutla

Perwakilan UPTD KPH Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Rini, menyampaikan bahwa Desa Bogorejo memegang peranan yang amat strategis.

Keberadaan desa ini berfungsi sebagai benteng pertahanan utama atau desa penyangga bagi kawasan konservasi Tahura Wan Abdul Rachman.

Rini menekankan bahwa mayoritas warga di sekitar kawasan hutan menggantungkan hidup pada sektor perkebunan, seperti tanaman kakao dan karet. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan serta legalitas usaha melalui STDB menjadi instrumen penting agar aktivitas ekonomi warga tetap sejalan dengan upaya pelestarian alam.

Dia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kemarau. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah beraktivitas di dalam kawasan kebun.

Edukasi lingkungan interaktif

Perwakilan Preferred by Nature, Cokorda Gede Agung, menjelaskan bahwa Desa Bogorejo menjadi lokasi ketiga pelaksanaan Festival Desa Lestari setelah sebelumnya sukses digelar di kawasan Lampung Tengah.

Edukasi lingkungan hidup dalam acara ini sengaja dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar pesan kelestarian dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Rangkaian kegiatan interaktif tersebut meliputi: pelatihan pembuatan kerajinan tangan memanfaatkan bahan-bahan alam sekitar.

Lomba menggambar poster lingkungan dan lomba mewarnai untuk anak-anak sekolah dasar.

Pameran produk perkebunan, kuis interaktif, serta pembagian doorprize melalui kupon edukatif.

Pemerintah Desa Bogorejo yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Ahmad Tunisi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan penyelenggara memilih desanya.

Pihaknya menilai kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata dalam meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan hidup secara mandiri.

Melalui Festival Desa Lestari, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan, lembaga pendamping, dan kelompok petani diharapkan terus terjalin erat demi mewujudkan kawasan perkebunan yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Sekilas Tahura Wan Abdul Rachman

Tahura Wan Abdul Rachman adalah Taman Hutan Raya yang terletak di Provinsi Lampung. Kawasan ini menjadi salah satu paru-paru kota dan pusat konservasi penting di Lampung.


Berada di wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung. Luasnya ± 22.249 hektar, membentang dari Kecamatan Padang Cermin, Gedong Tataan, hingga Teluk Betung.
Ditetapkan sebagai Tahura melalui SK Menteri Kehutanan pada tahun 1985.

Tahura WAR berfungsi sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan, pengatur tata air, dan habitat flora fauna khas Sumatera.

Selain konservasi, kawasan ini juga dimanfaatkan untuk wisata alam, edukasi, dan penelitian. Desa-desa penyangga di sekitarnya memiliki peran penting menjaga kelestarian hutan. Isu utama yang dihadapi yakni kebakaran hutan, alih fungsi lahan, dan penataan aktivitas masyarakat.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026