Logo Header Antaranews Lampung

Lampung Berpotensi Jadi Tempat Wisata Durian

Senin, 4 Juli 2011 07:19 WIB
Image Print
PENIKMAT DURIAN. Dua orang pengunjung tempat wisata durian di Bandarlampung tampak asik menikmati citarasa durian di daerah itu (ANTARA/Agus Setyawan)

Semerbak aroma buah berkulit tajam itu makin terasa ketika mendekati daerah perbukitan Kota Bandarlampung yang dipenuhi kios-kios penjaja di sisi jalan yang menyediakan ratusan buah durian.

Hiruk pikuk orang-orang yang berdatangan, saat itu bertepatan hari Minggu, mereka hendak menikmati sang buah berduri tajam tersebut, untuk mengetahui buah mana yang paling disuka hanya dengan menempelkan hidungnya ke buah itu.

Aroma khas durian itu sangat terasa sehingga tidak perlu repot guna memperoleh buah yang benar masak atau siap konsumsi sehingga tanpa terasa ada yang terluka karena terlalu menghayati dan lebih menikmati lezatnya aroma buah durian tersebut.

Tidak hanya setiap akhir pekan kawasan itu ramai dikunjungi masyarakat baik dari daerah itu maupun dari daerah lain bahkan ada yang dari luar Provinsi Lampung hanya untuk menikmati cita rasa buah durian dari daerah itu.

Daerah perbukitan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat dan seputar Kemiling Bandarlampung, pedagang buah durian itu berjejer tampak menjual dagangannya di sepanjang jalan kawasan itu sehingga saat ini lebih dikenal sebagai kawasan 'Wisata Durian'.

Setiap tahunnya, daerah itu selalu dipadati penjual buah tersebut sehingga puluhan bahkan hingga ribuan orang yang berdatangan silih berganti ke daerah itu.

Buah durian itu ditumpuk di depan jalan dan ada pula yang tergantung di atas pondokan tempat berjualan buah itu.

Harga buah durian itu pun bervariasi mulai dari Rp10 ribu per buah hingga Rp40 ribu per buah tergantung besar kecilnya. Febri, pengunjung kawasan objek wisata buah durian itu mengatakan, lokasi pedagang buah durian cukup menarik dikunjungi mengingat kawasan itu berada di perbukitan.

"Selain menikmati citarasa buah durian. Pengunjung juga dapat menikmati panorama suasana alam perbukitan," kata dia.

Dengan demikian, sudah tepatlah kawasan itu dijadikan 'Objek Wisata Durian' yang memang selalu dinanti saat kedatangannya ketika musim panen buah tersebut mulai memenuhi tempat ratusan durian bertebaran.

"Tapi ada yang harus diingat, kalau tidak cermat dalam memilih buah durian yang lezat karena sekarang banyak beredar durian 'suntik'. Artinya, buah durian yang sudah disuntik zat pemanis tertentu sebelum dijual," kata Febri.

Saat akan membelinya, ia menambahkan, jangan ragu meminta penjual membelah durian yang ingin dibeli, dan jangan ragu juga untuk mencicipinya. Pastikan kulit durian pilihan berwarna kuning kecoklatan, rasa dagingnya manis dan berwarna kuning, serta aromanya yang harum.

"Kita perlu waspada dengan buah durian berwarna hijau, dan warna dagingnya kuning pucat cenderung putih. Meski rasa dagingnya manis, ini adalah buah durian yang masih muda dan sudah 'dipaksakan' matang dengan diberi zat aditif," ujarnya..

Rudi, salah seorang pengunjung objek wisata buah durian lainnya mengatakan, kawasan itu menjadi tempat favorit warga untuk menikmati buah durian. Kawasan itu, lanjut dia, juga terdapat objek wisata "Lembah Hijau" tempat rekreasi alam.

Warga yang hendak menikmati buah durian sambil rekreasi di wisata alam pun dapat diwujudkan di kawasan itu.

Menurutnya, selain meninkmati wisata alam, di sisi Barat kawasan itu, pengunjung juga dapat melihat panorama eksotis kawasan pesisir dari atas perbukitan.

Di lokasi itu menurut dia, terdapat tugu buah durian sebagai ikon bahwa kawasan itu merupakan penghasil buah dengan kulit berduri tersebut.

Sangat disayangkan, ia melanjutkan, kondisi tugu itu sepertinya tidak terurus karena banyak rumput liar memenuhi areal tugu tersebut, padahal itu merupakan salah satu aset yang menjadi primadona.

"Sayang sekali tugu hasil swadaya masyarakat yang diresmikan oleh mantan Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno itu tidak terurus," kata dia.

Pasokan menurun

Sementara itu, Salim, pedagang buah durian di kawasan Sukadanaham mengatakan, harga durian mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per buah untuk kecil dan sedang. Sementara untuk ukuran besar dijual dengan harga Rp40.000 per buah.

Namun saat ini, pasokan buah durian itu mulai menurun sehingga tidak sebanyak Bulan April hingga Juni lalu, tetapi bagi mereka yang masih ingin mencicipi citarasa buah itu masih dapat meninkmatinya di daerah itu.

Buah durian itu berasal dari beberapa daerah di Lampung seperti Kota Agung, Wonosobo Kabupaten Tanggamus, dan sejumlah kawasan di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan, ungkap pedagang yang sudah puluhan tahun menjajakan buah durian di daerah itu.

Selain itu, kata dia, buah itu juga didapat dari hasil perkebunan di kawasan setempat, tetapi tidak terlalu banyak.

Kawasan Kemiling dan Wayhalim Bandarlampung juga menjadi tempat pedagang menjual buah durian, yang saat ini memasuki musim panen durian di wilayah Lampung dan Sumsel.

Pembeli tidak hanya datang dari kawasan Kemiling dan sekitarnya tetapi juga beberapa daerah lainnya di Kota Bandarlampung, dan pedagang menjual durian itu hingga larut malam.
***6***
(PSO-050/C/Z003)



Pewarta :
Editor: Agus Setyawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026