Tanggamus (ANTARA) - Sebanyak 3.607 kasus penyakit diare berhasil ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dari Januari hingga Oktober 2023.

"Untuk kasus penyakit diare di Tanggamus memang cukup tinggi di mana dari awal tahun sampai Oktober 2023 terdapat 3.607 kasus yang berhasil ditangani," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus Bambang Sutejo saat dihubungi dari Lampung Selatan, Sabtu.

Ia menjelaskan, kasus diare pada balita dan anak-anak di wilayah ini relatif tinggi, karena itu pihaknya menyediakan vaksin rotavirus (RV) sebagai pencegahan diare pada anak bayi.

Penyakir ini juga dapat mengganggu tumbuh kembang pada anak di antaranya penyebab kekerdilan atau biasa disebut stunting.

"Jadi vaksin rotavirus itu sudah tersedia di puskesmas untuk pencegahan diare kepada anak bayi," katanya.

Bambang mengatakan, pemberian vaksin rotavirus sebanyak tiga dosis dengan dosis pertama untuk bayi usia dua bulan terhitung bayi lahir mulai 16 Mei 2023, dosis kedua usia tiga bulan dan dosis ketiga usia empat bulan.

"Vaksin rotavirus itu diperuntukkan atau diberikan kepada bayi yang umur 2, 3, dan 4 bulan," katanya.

Ia juga menjelaskan pemberian imunisasi rotavirus dengan sasaran bayi itu  sudah dimulai di seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus.

"Memang untuk vaksin rotavirus itu sudah tersedia di posyandu dan puskesmas. Pemberiannya secara gratis atau tidak dipungut biaya," katanya.

Bambang Sutejo juga menjelaskan, rotavirus sebagai penyebab utama diare cair akut pada balita, karena itu sangat penting bagi bayi untuk diimunisasi guna menjegal penyakit itu.

"Vaksin tersebut berguna untuk pencegahan penyakit diare berat yang biasanya diderita oleh bayi," kstanya.

Imunisasi rotavirus penting untuk mencegah stunting dan kematian pada bayi akibat diare berat.

Dia menerangkan, keamanan vaksin rotavirus secara rutin ditelaah oleh Global Advisory Committee for Vaccine Safety (GACVS), dan vaksin ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah keamanan yang serius.

Imunisasi/suntikan ganda juga aman diberikan pada anak, karena melindungi anak, meningkatkan efisiensi, dan menyebabkan keseluruhan kunjungan vaksinasi lebih sedikit.


Pewarta : Riadi Gunawan
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024