Baturaja (ANTARA) - Setelah beberapa bulan dilanda kekeringan akibat musim kemarau, akhirnya hujan turun di sebagian wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan pada Selasa (10/10) siang.  

Meskipun hujan hanya berlangsung selama beberapa menit, namun fenomena alam ini disambut suka cita oleh masyarakat setempat karena dapat mengatasi kesulitan air bersih yang dialami selama musim kemarau melanda.  

Menurut Fitri (34), warga Kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat ia sangat senang dengan turunnya hujan.

Ia berharap hujan ini dapat membawa berkah untuk warga OKU, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan air bersih dan kebakaran lahan yang marak terjadi di daerah itu.

"Saya sangat senang di Batukuning hari ini sudah diguyur hujan. Semoga saja dengan turunnya hujan ini kita semua terbebas dari kabut asap yang dapat mengganggu pernafasan dan juga lahan-lahan pertanian dan perkebunan warga tidak lagi mengering," katanya.

Ia berharap pula hujan ini dapat membantu memadamkan titik-titik api yang masih ada dan memberikan pasokan air yang cukup bagi warga setempat.

"Kita berdoa bersama semoga hujan akan turun lagi dan bukan hanya di Batukuning saja tetapi di seluruh wilayah yang kini mengalami kekeringan," harapnya.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini dan awal musim hujan secara bertahap dimulai pada November 2023.

"Sesuai prediksi BMKG yang kami terima, puncak dampak El Nino terjadi pada September 2023, namun tadi kami juga menganalisis dari data satelit yang terkini, terlihat Oktober ini nampaknya sudah mulai turun hujan," kata Manajer Pusdalops BPBD OKU Gunalfi secara terpisah menambahkan.

Ia berharap hujan turun secara merata membasahi daerah tersebut sehingga dapat mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di Kabupaten OKU selama dua bulan terakhir.

"Selama periode Agustus-September 2023 tercatat sebanyak 64 kasus karhutla terjadi di Kabupaten OKU akibat musim kemarau panjang," ujarnya.


 


Pewarta : Edo Purmana
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024