Seorang guru di Kediri, Apen, bikin sirop jahe lemon penambah imun
Sabtu, 26 Februari 2022 6:46 WIB
Apen menunjukkan sirup jahe lemon yang diproduksinya. ANTARA Jatim/ Asmaul
Kediri (ANTARA) - Seorang guru bernama Apen, yang juga warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membuat olahan sirup jale lemon, yang diklaim dapat menambah imun di tengah pandemi COVID-19.
Sirup yang dibuatnya menggunakan bahan-bahan alami seperti jahe gajah, jahe merah yang diolah dengan tambahan buah lemon.
"Beberapa orang takut mengonsumsi lemon karena memiliki penyakit asam lambung. Tapi, kami sudah mencari informasi dari dokter bahwa kandungan vitamin C pada lemon tidak akan memperparah kadar asam lambung seseorang," kata Apen yang seorang guru agama di SD Pelem 1, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini, Jumat.
Ia mengakui, usaha membuat sirup ini baru ditekuninya beberapa waktu terakhir di masa pandemi COVID-19 ini. Namun, produksinya ternyata banyak diminati masyarakat karena kandungan jahe dan lemon yang diolah menjadi sirup praktis menjadi minuman penambah imun di tengah pandemi ini.
Untuk membuat sirup ini, Apen mengatakan mengolah terlebih dahulu jahe. Awalnya, jahe dibersihkan sampai bersih lalu diiris kecil-kecil dan dikeringkan. Setelahnya baru diolah ditambah dengan air perasan lemon.
Dari 1 kilogram jahe yang diolah bisa menghasilkan tujuh botol sirup ukuran 350 mililiter.
Selain itu, sisa olahan juga bisa dibuat manisan jahe dan bisa dijual. Untuk sirup jahe dijual seharga Rp30 ribu per botol, sedangkan manisan jahe dijual Rp15 ribu per kemasan.
Dirinya mengaku bersyukur usaha yang digelutinya ini membuahkan hasil.
Dulu, dirinya ikut pelatihan kewirausahaan selama dua tahun secara daring. Kini, usahanya ini berkembang. Penjualan hingga ke luar pulau, di antaranya Pulau Kalimantan.
Di cuaca yang hujan seperti saat ini, Apen juga mengaku ada kendala yang dihadapi. Pengeringan rempah-rempah membutuhkan waktu yang lebih lama, antara 6-8 jam, berbeda saat kemarau yang relatif lebih singkat.
Untuk itu, dirinya saat ini berusaha untuk mengumpulkan modal membeli alat pengering. Ia pun berharap ada program dari pemerintah daerah untuk membantu UMKM kecil seperti dirinya, untuk mempunyai pengering atau Dehydrator, sehingga rempah-rempah bisa lebih cepat kering.
"Kalau saat penghujan memang berpacu dengan waktu, karena sinar matahari tidak selalu panas di daerah saya. Kadang-kadang mendung dan tiba-tiba hujan. Kami tentunya berharap jika ada program bantuan untuk UMKM, bisa diberikan Dehydrator, jadinya rempah-rempah cepat kering dan bisa diolah menjadi sirup," kata Apen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Puwaningsih mengatakan pihaknya tetap mendukung UMKM di Kabupaten Kediri untuk terus kreatif membuat usaha.
Pihaknya juga berharap pemilik UMKM melengkapi izin usaha serta juga memenuhi standar usaha. Salah satunya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri mengadakan sosialisasi dan pelatihan standarisasi mutu produk IKM Kabupaten Kediri.
"Kami sering ada kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Kami juga berharap, pemilik UMKM mengurus perizinan, sehingga memudahkan ke depannya," kata Tutik.
Baca juga: Perkuat daya tahan tubuh dengan vitamin E
Baca juga: Khasiat air kelapa menjaga kesehatan tubuh di tengah lonjakan omicron
Sirup yang dibuatnya menggunakan bahan-bahan alami seperti jahe gajah, jahe merah yang diolah dengan tambahan buah lemon.
"Beberapa orang takut mengonsumsi lemon karena memiliki penyakit asam lambung. Tapi, kami sudah mencari informasi dari dokter bahwa kandungan vitamin C pada lemon tidak akan memperparah kadar asam lambung seseorang," kata Apen yang seorang guru agama di SD Pelem 1, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini, Jumat.
Ia mengakui, usaha membuat sirup ini baru ditekuninya beberapa waktu terakhir di masa pandemi COVID-19 ini. Namun, produksinya ternyata banyak diminati masyarakat karena kandungan jahe dan lemon yang diolah menjadi sirup praktis menjadi minuman penambah imun di tengah pandemi ini.
Untuk membuat sirup ini, Apen mengatakan mengolah terlebih dahulu jahe. Awalnya, jahe dibersihkan sampai bersih lalu diiris kecil-kecil dan dikeringkan. Setelahnya baru diolah ditambah dengan air perasan lemon.
Dari 1 kilogram jahe yang diolah bisa menghasilkan tujuh botol sirup ukuran 350 mililiter.
Selain itu, sisa olahan juga bisa dibuat manisan jahe dan bisa dijual. Untuk sirup jahe dijual seharga Rp30 ribu per botol, sedangkan manisan jahe dijual Rp15 ribu per kemasan.
Dirinya mengaku bersyukur usaha yang digelutinya ini membuahkan hasil.
Dulu, dirinya ikut pelatihan kewirausahaan selama dua tahun secara daring. Kini, usahanya ini berkembang. Penjualan hingga ke luar pulau, di antaranya Pulau Kalimantan.
Di cuaca yang hujan seperti saat ini, Apen juga mengaku ada kendala yang dihadapi. Pengeringan rempah-rempah membutuhkan waktu yang lebih lama, antara 6-8 jam, berbeda saat kemarau yang relatif lebih singkat.
Untuk itu, dirinya saat ini berusaha untuk mengumpulkan modal membeli alat pengering. Ia pun berharap ada program dari pemerintah daerah untuk membantu UMKM kecil seperti dirinya, untuk mempunyai pengering atau Dehydrator, sehingga rempah-rempah bisa lebih cepat kering.
"Kalau saat penghujan memang berpacu dengan waktu, karena sinar matahari tidak selalu panas di daerah saya. Kadang-kadang mendung dan tiba-tiba hujan. Kami tentunya berharap jika ada program bantuan untuk UMKM, bisa diberikan Dehydrator, jadinya rempah-rempah cepat kering dan bisa diolah menjadi sirup," kata Apen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Puwaningsih mengatakan pihaknya tetap mendukung UMKM di Kabupaten Kediri untuk terus kreatif membuat usaha.
Pihaknya juga berharap pemilik UMKM melengkapi izin usaha serta juga memenuhi standar usaha. Salah satunya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri mengadakan sosialisasi dan pelatihan standarisasi mutu produk IKM Kabupaten Kediri.
"Kami sering ada kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Kami juga berharap, pemilik UMKM mengurus perizinan, sehingga memudahkan ke depannya," kata Tutik.
Baca juga: Perkuat daya tahan tubuh dengan vitamin E
Baca juga: Khasiat air kelapa menjaga kesehatan tubuh di tengah lonjakan omicron
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot pindahkan lokasi Puskesmas Kebon Jahe untuk dekatkan akses ke masyarakat
16 December 2024 19:02 WIB, 2024
Tingkatkan penjualan, BRI lakukan pendampingian pengemasan dan pemasaran produk UMKM
14 August 2024 14:53 WIB, 2024
Permodalan KUR BRI bantu UMKM Gendis Ayu Jahe tingkatkan penjualan dan produksi produk
24 April 2024 15:40 WIB, 2024
Mahasiswa Itera latih petani Waykanan buat pestisida organik berbahan jahe
23 January 2022 14:35 WIB, 2022
Anggota DPRD Lampung Asep Makmur dorong petani jahe tetap produktif
21 February 2021 10:29 WIB, 2021