Satu napi teroris di Lapas Kelas IIA Metro berikrar setia kepada NKRI
Selasa, 30 Maret 2021 14:02 WIB
Kalapas Kelas IIA Kota Metro, Muchammad Mulyana saat diwawancarai awak media. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)
Metro (ANTARA) - Seorang narapidana teroris, MI (23) alias Abu Usamah yang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatn (Lapas) Kelas IIA Kota Metro menyatakan ikrar setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Beberapa hari yang lalu yang bersangkutan menyatakan ingin berikrar kepada Pancasila dan NKRI serta ingin meninggalkan baiat yang selama ini dia yakini. Dan hari ini sudah terlaksana," kata Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro, Muchammad Mulyana, Selasa.
Mulyana mengatakan, MI berikrar untuk setia kepada Pancasila dan NKRI atas kemauan dan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Baca juga: Densus 88 gerebek rumah terduga teroris di Sukabumi
Baca juga: Polisi temukan atribut FPI saat geledah rumah tersangka teroris di Condet
Baca juga: Aksi heroik Cosmas halau pengebom bunuh diri
"Ini murni keinginan dari yang bersangkutan tidak ada paksaan dari petugas atau dari pihak manapun," tegasnya.
Mulyana menjelaskan, MI merupakan napiter asal Kabupaten Aceh Besar yang tertangkap di Thailand ketika hendak pergi ke Suriah dan dideportasi kembali ke Indonesia.
Ia menambahkan, MI masuk ke Lapas Kelas IIA Metro pada akhir tahun 2020 pindahan dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
"Yang bersangkutan menjalani masa hukuman empat tahun," tambahnya.
"Beberapa hari yang lalu yang bersangkutan menyatakan ingin berikrar kepada Pancasila dan NKRI serta ingin meninggalkan baiat yang selama ini dia yakini. Dan hari ini sudah terlaksana," kata Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro, Muchammad Mulyana, Selasa.
Mulyana mengatakan, MI berikrar untuk setia kepada Pancasila dan NKRI atas kemauan dan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Baca juga: Densus 88 gerebek rumah terduga teroris di Sukabumi
Baca juga: Polisi temukan atribut FPI saat geledah rumah tersangka teroris di Condet
Baca juga: Aksi heroik Cosmas halau pengebom bunuh diri
"Ini murni keinginan dari yang bersangkutan tidak ada paksaan dari petugas atau dari pihak manapun," tegasnya.
Mulyana menjelaskan, MI merupakan napiter asal Kabupaten Aceh Besar yang tertangkap di Thailand ketika hendak pergi ke Suriah dan dideportasi kembali ke Indonesia.
Ia menambahkan, MI masuk ke Lapas Kelas IIA Metro pada akhir tahun 2020 pindahan dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
"Yang bersangkutan menjalani masa hukuman empat tahun," tambahnya.
Pewarta : Hendra Kurniawan
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat narapidana teroris Lapas Rajabasa ucap ikrar setia kepada NKRI
16 January 2024 14:42 WIB, 2024
Divhumas Polri gelar Forum Group Discusionkontra radikalisme bersama mantan napiter di Pringsewu
30 May 2023 16:13 WIB, 2023
Terpopuler - Kota Metro
Lihat Juga
Gagalkan penyelundupan narkoba, dua Srikandi Lapas Metro terima penghargaan
22 January 2026 19:40 WIB
Gagalkan penyelundupan narkoba, petugas Lapas Metro terima penghargaan khusus
21 January 2026 17:46 WIB
Petugas Lapas Metro gagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa keluarga narapidana
20 January 2026 17:16 WIB
Perokris PLN Lampung gelar ibadah dan bakti sosial di Wisma Kasih Sejati Metro
13 January 2026 19:10 WIB
Y-Dash, layanan mentoring wirausaha Disporapar Metro untuk tekan pengangguran
18 December 2025 19:06 WIB
Melalui program Kompak, Satpol PP Metro perkuat peran masyarakat tanggulangi kebakaran
18 December 2025 18:35 WIB
Ramp cek di Terminal Mulyojati Metro Lampung, 8 kendaraan tak layak jalan
16 December 2025 16:52 WIB