Harga TBS sawit naik
Jumat, 13 Desember 2019 20:38 WIB
para petani sawit di Kotabaru mengeluhkan rendahnya harga hasil TBS sawit, mereka mengharapkan solusi diantaranya mendesak dioperasikannya pabrik biodiesel sehingga ada perbaikan harga sawit (Antaranews Kalsel/ohi/ist)
Kotabaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar kelapa sawit di sebagian wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merangkak naik setelah terpuruk hingga kisaran Rp750 per kg di tingkat pengumpul.
Seorang petani sawit di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, Abu Bakar, Jumat, mengatakan, awalnya harga tandan buah segar (TBS) kurang dari Rp1.000 per kg.
"Alhamdulillah, pelan tapi pasti harga TBS saat itu mulai naik kisaran Rp30 per kg - Rp100 per kg," katanya.
Akhir pekan ini, pengumpul menyampaikan ada sejumlah pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) membeli TBS seharga Rp1.400 dan Rp1.550 per kg.
Seperti biasa, selisih harga di tingkat pengumpul dengan di pabrik bervariasi, antara Rp200-Rp250 per kg atau tergantung jarak antara kebun dan lokasi pabrik.
Pengumpul harus mengeluarkan biaya operasional mengangkut TBS dari kebun ke pabrik, ongkos menaikkan TBS ke truk, dan yang lainnya.
Abu Bakar mengaku untuk lahan seluas 7.5 hektare kali ini hasil TBS di kisaran 8 ton, turun dibandingkan dengan saat kondisi normal atau musim hujan hampir 15 ton per dua pekan.
"Ahamdulillah, informasinya hari ini harga TBS di pabrik (A) kisaran Rp1.430 per kg," ujar seorang sopir yang biasa mengangkut TBS, Abi Maman.
Namun sayang kata dia, harga TBS mulai merangkak naik, tetapi hasil panen turun.
"Seperti biasa, saat musim kemarau TBS berkurang," tambahnya.
Umi Azam menambahkan, saat buah melimpah harga TBSrendah, tetapi saat buah berkurang harganya naik.
Namun demikian, petani sawit masih bersyukur karena bisa hasil penjualan TBS bisa untuk menutupi biaya hidup.
Seorang petani sawit di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, Abu Bakar, Jumat, mengatakan, awalnya harga tandan buah segar (TBS) kurang dari Rp1.000 per kg.
"Alhamdulillah, pelan tapi pasti harga TBS saat itu mulai naik kisaran Rp30 per kg - Rp100 per kg," katanya.
Akhir pekan ini, pengumpul menyampaikan ada sejumlah pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) membeli TBS seharga Rp1.400 dan Rp1.550 per kg.
Seperti biasa, selisih harga di tingkat pengumpul dengan di pabrik bervariasi, antara Rp200-Rp250 per kg atau tergantung jarak antara kebun dan lokasi pabrik.
Pengumpul harus mengeluarkan biaya operasional mengangkut TBS dari kebun ke pabrik, ongkos menaikkan TBS ke truk, dan yang lainnya.
Abu Bakar mengaku untuk lahan seluas 7.5 hektare kali ini hasil TBS di kisaran 8 ton, turun dibandingkan dengan saat kondisi normal atau musim hujan hampir 15 ton per dua pekan.
"Ahamdulillah, informasinya hari ini harga TBS di pabrik (A) kisaran Rp1.430 per kg," ujar seorang sopir yang biasa mengangkut TBS, Abi Maman.
Namun sayang kata dia, harga TBS mulai merangkak naik, tetapi hasil panen turun.
"Seperti biasa, saat musim kemarau TBS berkurang," tambahnya.
Umi Azam menambahkan, saat buah melimpah harga TBSrendah, tetapi saat buah berkurang harganya naik.
Namun demikian, petani sawit masih bersyukur karena bisa hasil penjualan TBS bisa untuk menutupi biaya hidup.
Pewarta : Imam Hanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Limbah pabrik kelapa sawit dapat disulap jadi pangan bernilai gizi tinggi dan pupuk organik
22 September 2025 12:33 WIB
Mahasiswa Teknik Elektro Unila kembangkan aplikasi untuk pengembangan industri sawit
02 September 2025 14:29 WIB, 2025
Presiden Prabowo heran Indonesia produksi sawit terbesar tapi minyak langka
15 August 2025 12:51 WIB, 2025
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023