Logo Header Antaranews Lampung

Mahasiswa Teknik Elektro Unila kembangkan aplikasi untuk pengembangan industri sawit

Selasa, 2 September 2025 14:29 WIB
Image Print
Ilustrasi - Perkebunan sawit (ANTARA/HO-Unila)
Workshop di Pangkalan Bun membuka mata kami tentang kompleksitas industri sawit dari hulu hingga hilir

Bandarlampung (ANTARA) - Tim mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023 mengembangkan riset yang fokus pada pengembangan aplikasi untuk mendukung pengembangan industri sawit di Indonesia

Melalui bimbingan Dr Ing Melvi, ST, MT, tim ini merancang aplikasi TELSA Super App (TSA) berbasis web dengan sistem ERP yang menghadirkan fitur pengelolaan dokumen sertifikasi, manajemen kebun, hingga pelacakan rantai pasok sawit.

Inovasi yang fokus pada bidang sosial, ekonomi, manajemen-bisnis, pasar, dan ICT ini dapat mempermudah petani rakyat dalam memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang mulai wajib diterapkan pada November 2025.

Riset ini juga berhasil lolos sebagai penerima pendanaan riset dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) 2025. Dari lebih 1.300 proposal yang diajukan, hanya 40 tim yang terpilih, termasuk riset berjudul "TELSA Super App: Platform ERP untuk Mendukung Implementasi ISPO bagi Perkebunan Sawit Rakyat."

Perjalanan riset dimulai dari workshop BPDP di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 27–28 Agustus 2025 yang membekali peserta dengan pengetahuan tentang budi daya, pengolahan, hingga turunan produk sawit.

Selama delapan bulan ke depan, riset akan melalui tahap audit progres hingga presentasi final. Jika berhasil masuk 10 besar nasional, tim Unila berkesempatan mempresentasikan hasil riset di ajang final tingkat nasional.

"Workshop di Pangkalan Bun membuka mata kami tentang kompleksitas industri sawit dari hulu hingga hilir. Dengan riset ini, kami berharap TELSA Super App bisa menjadi solusi nyata bagi petani rakyat untuk mengimplementasikan ISPO sekaligus mendorong perkebunan sawit berkelanjutan," ujar perwakilan Tim TSA.

Saat ini, dari 6,94 juta hektare lahan sawit rakyat di Indonesia, baru sekitar 1,4 persen yang tersertifikasi ISPO. Kendala utama terletak pada terbatasnya kapasitas petani dalam manajemen kebun, biaya sertifikasi yang tinggi, dan kompleksitas pemenuhan dokumen. Kehadiran TELSA Super App menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

Oleh karena itu, keberhasilan tim mahasiswa Teknik Elektro ini turut menunjukkan peran Unila dalam mencetak inovator muda yang berkontribusi pada penguatan industri strategis nasional melalui riset dan teknologi.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026