Produsen tapis harus lakukan diversifikasi produk
Selasa, 20 November 2018 10:46 WIB
Ketua TP PKK Waykanan, Provinsi Lampung, Dessy Afrianti Adipati saat meninjau pengrajin tapis di Waykanan (Foto: Humas Waykanan)
Bandarlampung (Antaranews Lampung ) – Ketua TP PKK Waykanan, Provinsi Lampung, Dessy Afrianti Adipati mengatakan para pengerajin tapis harus dapat memproduksi lebih banyak dan diversifikas produk karena untuk mempermudah pemasaran.
"Ibu-ibu harus bisa memproduksi tapis lebih banyak. Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pesanan masyarakat lokal dan luar Waykanan,” ujar Dessy Afrianti, di Blambangan Umpu, Waykanan, Selasa.
Menurutnya, dengan memproduksi tapis lebih bangak berarti dapat memenuhi kebutuhan pesanan baik masyarakat lokal dan luar Waykanan. Apalagi kain tapis merupakan salah satu kerajinan unggulan yang juga sedang digalakkan di Kabupaten Waykanan.
Selain itu, pengrajin tapis telah menunjukkan hasil-hasil yang menggembirakan dalam pengembangan, akan tetapi masih banyak dijumpai permasalahan yang dihadapi oleh industri kerajinan antara lain, keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan usaha, Keterbatasan dalam permodalan, kurangnya informasi dan pemasaran, Keterbatasan kepemilikan dan penguasaan teknologi yang digunakan dan ketiadaan kelembagaan.
“Salah satu kendala terbesar untuk meningkatkan taraf ekonomi pengrajin dan pedagang kain tapis di Waykanan adalah pemasaran. Target dan pangsa pasar yang terbatas menjadikan kain tapis cukup sulit dijual dan juga nilai jual yang cukup mahal menjadikan hanya sedikit orang yang berminat untuk membeli kain tapis,” katanya.
Dessy menjelaskan, akan mencarikan solusi terhadap permasalahan dalam pemasaran kain tapis maka diversifikasi produk merupakan salah satu upaya yang bisa lakukan.
“Diversifikasi produk didefinisikan sebagai suatu perluasan pemilihan barang yang dijual oleh produsen dengan jalan menambah produk baru ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal. Pada kesempatan ini kita akan sama – sama belajar tentang diversifikasi produk kain tapis berupa pembuatan produk aksesories,”ungkapnya.
Dessy mengharapkan, dengan peltihan itu dapat mengenalkan tapis kepada masyarakat luas dan juga dalam rangka untuk melestarikan warisan budaya. Sehingga harapan kedepanya produk tapis dapat dipakai oleh semua kalangan.
"Ibu-ibu harus bisa memproduksi tapis lebih banyak. Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pesanan masyarakat lokal dan luar Waykanan,” ujar Dessy Afrianti, di Blambangan Umpu, Waykanan, Selasa.
Menurutnya, dengan memproduksi tapis lebih bangak berarti dapat memenuhi kebutuhan pesanan baik masyarakat lokal dan luar Waykanan. Apalagi kain tapis merupakan salah satu kerajinan unggulan yang juga sedang digalakkan di Kabupaten Waykanan.
Selain itu, pengrajin tapis telah menunjukkan hasil-hasil yang menggembirakan dalam pengembangan, akan tetapi masih banyak dijumpai permasalahan yang dihadapi oleh industri kerajinan antara lain, keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan usaha, Keterbatasan dalam permodalan, kurangnya informasi dan pemasaran, Keterbatasan kepemilikan dan penguasaan teknologi yang digunakan dan ketiadaan kelembagaan.
“Salah satu kendala terbesar untuk meningkatkan taraf ekonomi pengrajin dan pedagang kain tapis di Waykanan adalah pemasaran. Target dan pangsa pasar yang terbatas menjadikan kain tapis cukup sulit dijual dan juga nilai jual yang cukup mahal menjadikan hanya sedikit orang yang berminat untuk membeli kain tapis,” katanya.
Dessy menjelaskan, akan mencarikan solusi terhadap permasalahan dalam pemasaran kain tapis maka diversifikasi produk merupakan salah satu upaya yang bisa lakukan.
“Diversifikasi produk didefinisikan sebagai suatu perluasan pemilihan barang yang dijual oleh produsen dengan jalan menambah produk baru ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal. Pada kesempatan ini kita akan sama – sama belajar tentang diversifikasi produk kain tapis berupa pembuatan produk aksesories,”ungkapnya.
Dessy mengharapkan, dengan peltihan itu dapat mengenalkan tapis kepada masyarakat luas dan juga dalam rangka untuk melestarikan warisan budaya. Sehingga harapan kedepanya produk tapis dapat dipakai oleh semua kalangan.
Pewarta : T.Subagyo dan Emir FS
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Lampung: ASN harus bisa jadi penggerak transformasi digital pemerintah
01 December 2025 19:34 WIB
HKA dari produsen material ke penggerak layanan operasi jalan tol nasional
27 November 2025 16:20 WIB
BPJS Kesehatan kukuhkan duta muda penggerak literasi dan edukasi kesehatan
20 November 2025 9:28 WIB
Dompet Dhuafa raih penghargaan Lembaga Penggerak UMKM Indonesia dari IPEMI
05 November 2025 8:43 WIB
Bupati Lampung Barat minta lulusan program beasiswa jadi penggerak kesenian
28 October 2025 20:40 WIB
PLN "Goes to You" sapa pelanggan sektor industri sebagai penggerak ekonomi Lampung
27 September 2025 7:51 WIB
Terpopuler - Kab. Waykanan
Lihat Juga
Ribuan masyarakat perkebunan di Waykanan terdampak kesulitan akibat pemblokiran rekening
05 April 2026 12:54 WIB
KUPS perluas pasar produk perhutanan sosial Lampung melalui kegiatan "buyer visit"
24 October 2025 14:40 WIB
Tersangka dugaan pemalsuan surat kirim permohonan terkait penangguhan sementara
22 October 2025 8:55 WIB
Polres Way Kanan limpahkan tersangka pelaku penggelapan dan COD ke Kejaksaan
06 October 2025 13:45 WIB
Kopda Bazarsah divonis hukuman mati dalam kasus penembakan polisi di Waykanan
11 August 2025 14:22 WIB
Peltu Lubis divonis 3,5 tahun penjara atas kasus judi sabung ayam di Waykanan
11 August 2025 11:44 WIB