Hemat Energi Harus Jadi Gaya Hidup
Selasa, 31 Oktober 2017 17:19 WIB
Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Ida Nuryatin Finahari tengah menjawab pertanyaan hadirin acara Astra Green Energy Summit 2017, di Jakarta, Selasa (31/10) (Foto: Antara)
Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Ida Nuryatin Finahari mengajak masyarakat agar menjadikan kebiasaan menghemat energi sebagai gaya hidup.
"Semua dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, gaya hidup hemat energi harus mulai disosialisasikan sejak usia dini," ujar Ida saat ditemui di akhir acara Astra Green Summit 2017 di Jakarta, Selasa (31/10).
Untuk mengkampanyekan gaya hidup hemat energi, lanjut Ida, Kementerian ESDM sejak 2016 telah meluncurkan jargon 3M, yakni: mencabut kabel dari stop kontak, mematikan lampu yang tidak digunakan, dan meningkatkan suhu pendingin ruangan.
"Dengan menerapkan 3M, juga akan berdampak positif pada penghematan anggaran energi," kata Ida.
Selain itu, Ida juga mendorong pihak korporasi untuk mengimplementasikan praktik bisnis yang hemat energi. "Begitu sebuah perusahaan dapat wujudkan efisiensi energi, hal tersebut berbanding lurus pada penghematan anggaran yang mereka capai," lanjut Ida.
(ANTARA)
"Semua dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, gaya hidup hemat energi harus mulai disosialisasikan sejak usia dini," ujar Ida saat ditemui di akhir acara Astra Green Summit 2017 di Jakarta, Selasa (31/10).
Untuk mengkampanyekan gaya hidup hemat energi, lanjut Ida, Kementerian ESDM sejak 2016 telah meluncurkan jargon 3M, yakni: mencabut kabel dari stop kontak, mematikan lampu yang tidak digunakan, dan meningkatkan suhu pendingin ruangan.
"Dengan menerapkan 3M, juga akan berdampak positif pada penghematan anggaran energi," kata Ida.
Selain itu, Ida juga mendorong pihak korporasi untuk mengimplementasikan praktik bisnis yang hemat energi. "Begitu sebuah perusahaan dapat wujudkan efisiensi energi, hal tersebut berbanding lurus pada penghematan anggaran yang mereka capai," lanjut Ida.
(ANTARA)
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Lampung dukung penguatan kelembagaan konservasi untuk atasi masalah
29 January 2026 18:26 WIB
Guru Besar Unila tegaskan pentingnya regulasi karbon di kawasan konservasi Lampung
19 January 2026 19:59 WIB
Pengunjung taman penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman naik jadi 6.500 orang
31 December 2025 21:21 WIB
Pengelola Tol Bakter tanam 1.000 mangrove di kawasan konservasi Lampung Selatan
09 December 2025 11:17 WIB