
Gubernur Lampung minta antisipasi lonjakan permintaan jelang Ramadhan

Lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi melalui kerja nyata dan langkah konkret,
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta semua pihak untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
"Lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi melalui kerja nyata dan langkah konkret, bukan sekadar perencanaan di atas kertas," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan antisipasi atas lonjakan permintaan ini juga harus dilakukan untuk mempertahankan capaian inflasi Lampung, yang pada 2025 mencapai 1,25 persen atau terendah kedua secara nasional, di tengah dinamika cuaca dan potensi hambatan distribusi bahan pangan.
"Prestasi ini bukan alasan untuk bersantai. Justru di sinilah ujiannya, apakah kita mampu menjaga stabilitas saat permintaan meningkat dan distribusi semakin padat. Pengendalian inflasi harus menyentuh langsung dapur masyarakat agar masyarakat tenang menjalankan ibadah," katanya.
Ia pun meminta Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Provinsi Lampung agar bisa memastikan ketersediaan produksi serta stok pangan terutama beras, cabai, bawang, daging, telur, dan ikan tetap aman, hingga periode setelah Idul Fitri.
"Kemudian untuk stabilisasi harga, kami meminta Perum Bulog untuk menyiagakan cadangan pangan pemerintah. Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan aktif melaksanakan operasi pasar dan gerakan pangan murah di wilayah rawan terjadi gejolak harga," ucap dia.
Pada sektor energi dan transportasi, Pertamina, PLN, dan Dinas Perhubungan diminta menjamin pasokan BBM, LPG, dan listrik, serta memastikan kelancaran distribusi logistik bahan pokok melalui jalur darat, laut, dan udara.
"Terakhir pada sektor pengawasan, Satgas Pangan bersama Polda Lampung dan Kejaksaan harus memperketat pengawasan serta menindak tegas praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat," tambahnya.
Menurut dia, penting pula dilakukan optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) agar menghasilkan pergerakan komoditas pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.
"Kami ingin hasil yang terasa di lapangan, untuk memastikan masyarakat Lampung dapat beribadah dengan tenang dan harga tetap terkendali. Kami juga berterimakasih kepada mitra strategis dalam upayanya mengendalikan inflasi daerah," ujar dia.
Baca juga: Lampung mulai siapkan pasokan pangan jelang Ramadhan
Baca juga: Pemprov Lampung upayakan stabilitas harga minyak goreng jelang Ramadhan
Baca juga: Lampung pastikan pasokan pangan aman untuk kendalikan inflasi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
