Alga Cokelat untuk Terapi Pascastroke
Jumat, 5 Agustus 2016 23:26 WIB
Ilustrasi stroke dan penanganannya. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-www.strokeassociation.org)
Malang (ANTARA Lampung) - Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) mengolah alga cokelat menjadi obat untuk terapi pasien penderita stroke tanpa memerlukan biaya tinggi dan tidak membahayakan tubuh pasien.
Salah seorang mahasiswa anggota tim peneliti alga cokelat tersebut Erna Nur Fitria, di Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan selama ini alga cokelat dianggap menjadi tanaman pengganggu, namun ternyata mempunyai kandungan yang mampu menyembuhkan penyakit.
"Tanaman laut tersebut bisa dijadikan obat untuk terapi pasien penderita stroke. Alga cokelat yang mempunyai kandungan fukoidan sebanyak sepuluh persen ternyata mampu mengembalikan fungsi otak penderita stroke," katanya lagi.
Erna menilai, terapi untuk pemulihan pascastroke kurang efektif karena selain tidak bisa mengembalikan fungsi otak, juga membahayakan bagi jiwa pasien.
"Terapi pascastroke yang selama ini dijalankan hanya untuk menunda gejalanya, dan terapi hipotermia juga membahayakan pasien karena menggunakan suhu ekstrem, sehingga bisa merusak tubuh. Sedangkan terapi stem cell harus melalui operasi dan membutuhkan biaya yang cukup besar," ujarnya lagi.
Anggota tim peneliti lainnya Dhanang menambahkan bahwa fukoidan yang diambil dari alga cokelat dikeringkan dan diambil ekstraknya.
Selanjutnya, diolah menjadi cairan yang kemudian diteteskan secara oral kepada pasien.
Cairan fukoidan yang dimasukkan secara oral akan meregenerasi sel-sel yang rusak, sehingga bisa memulihkan kembali fungsi organ tubuh .
"Proses pemberian obat secara oral kami anggap tidak menyakiti tubuh pasien karena tanpa operasi," ujarnya pula.
Anggota tim lainnya Ria mengatakan, sementara ini pengujian masih dilakukan dengan hewan coba, yakni tikus wistar. Hasilnya cukup positif terhadap tikus yang dibuat mengalami stroke.
"Setelah kami berikan cairan fukoidan sebanyak satu kali sehari dalam jangka waktu dua minggu ternyata tikusnya bisa kembali berjalan normal dan bisa melewati anak tangga seperti layaknya tikus normal," katanya.
Hanya saja, kata Ria, untuk diterapkan kepada manusia masih perlu dilakukan penelitian lagi terutama untuk pengujian keamanannya.
"Kami masih akan melakukan penelitian lebih lanjut dan lebih detail agar bisa dimanfaatkan dan tidak membahayakan pasien pascastroke," ujarnya lagi.
Hasil penelitian lima mahasiswa FK-UB yang berjudul PSICO-ART atau Post Ischemic Stroke Development-Acceleration and Regeneration Therapy ini di bawah bimbingan dosen Yuyun Yueniwati.
PSICO-ART masuk dalam kategori Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKM-P) dan akan diujikan pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2016 di Bogor pekan depan.
Kelima mahasiswa pengolah alga cokelat tersebut adalah Ridlo Ruditya Putra, Erna Nur Fitria, Ria Sherliana, Dhanang Puruhita, dan Edvin Prawira Negara.
Salah seorang mahasiswa anggota tim peneliti alga cokelat tersebut Erna Nur Fitria, di Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan selama ini alga cokelat dianggap menjadi tanaman pengganggu, namun ternyata mempunyai kandungan yang mampu menyembuhkan penyakit.
"Tanaman laut tersebut bisa dijadikan obat untuk terapi pasien penderita stroke. Alga cokelat yang mempunyai kandungan fukoidan sebanyak sepuluh persen ternyata mampu mengembalikan fungsi otak penderita stroke," katanya lagi.
Erna menilai, terapi untuk pemulihan pascastroke kurang efektif karena selain tidak bisa mengembalikan fungsi otak, juga membahayakan bagi jiwa pasien.
"Terapi pascastroke yang selama ini dijalankan hanya untuk menunda gejalanya, dan terapi hipotermia juga membahayakan pasien karena menggunakan suhu ekstrem, sehingga bisa merusak tubuh. Sedangkan terapi stem cell harus melalui operasi dan membutuhkan biaya yang cukup besar," ujarnya lagi.
Anggota tim peneliti lainnya Dhanang menambahkan bahwa fukoidan yang diambil dari alga cokelat dikeringkan dan diambil ekstraknya.
Selanjutnya, diolah menjadi cairan yang kemudian diteteskan secara oral kepada pasien.
Cairan fukoidan yang dimasukkan secara oral akan meregenerasi sel-sel yang rusak, sehingga bisa memulihkan kembali fungsi organ tubuh .
"Proses pemberian obat secara oral kami anggap tidak menyakiti tubuh pasien karena tanpa operasi," ujarnya pula.
Anggota tim lainnya Ria mengatakan, sementara ini pengujian masih dilakukan dengan hewan coba, yakni tikus wistar. Hasilnya cukup positif terhadap tikus yang dibuat mengalami stroke.
"Setelah kami berikan cairan fukoidan sebanyak satu kali sehari dalam jangka waktu dua minggu ternyata tikusnya bisa kembali berjalan normal dan bisa melewati anak tangga seperti layaknya tikus normal," katanya.
Hanya saja, kata Ria, untuk diterapkan kepada manusia masih perlu dilakukan penelitian lagi terutama untuk pengujian keamanannya.
"Kami masih akan melakukan penelitian lebih lanjut dan lebih detail agar bisa dimanfaatkan dan tidak membahayakan pasien pascastroke," ujarnya lagi.
Hasil penelitian lima mahasiswa FK-UB yang berjudul PSICO-ART atau Post Ischemic Stroke Development-Acceleration and Regeneration Therapy ini di bawah bimbingan dosen Yuyun Yueniwati.
PSICO-ART masuk dalam kategori Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKM-P) dan akan diujikan pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2016 di Bogor pekan depan.
Kelima mahasiswa pengolah alga cokelat tersebut adalah Ridlo Ruditya Putra, Erna Nur Fitria, Ria Sherliana, Dhanang Puruhita, dan Edvin Prawira Negara.
Pewarta : Endang Sukarelawai
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Lampung ajak pengusaha daerah kembangkan industri cokelat lokal
10 June 2024 16:26 WIB, 2024
Petani cokelat di Lampung perlu pendampingan agar hasilkan buah yang baik
10 August 2022 21:16 WIB, 2022
Anggota Komisi IV DPR: Petani cokelat perlu pendampingan hasilkan kualitas baik
10 August 2022 18:31 WIB, 2022
Pelaku usaha kuliner Garut berkolaborasi dengan produsen cokelat dunia Kit Kat
27 April 2022 4:22 WIB, 2022
Nutella buka pop-up cafe di sekitar Jakarta dengan menu serba cokelat
05 December 2020 6:35 WIB, 2020