Sunardi, pedagang  kambing dan domba yang sudah 25 tahun menggeluti usaha itu, ternyata memiliki prinsip yang sama dengan pebisnis sukses besar lainnya, yakni tekun,  ulet dan rajin mencari informasi  terkait usaha yang sedang digeluti.

Prinsip inilah yang mendasari Sunadi (39),  sehingga mampu eksis meneruskan usaha keluarganya berjualan kambing dan domba selama 25 tahun . Pria yang bertempat tinggal di daerah Sarikam, Gedong Air Bandarlampung  ini sehari-hari berdagang di seputaran SMA & SMP Perintis Kota .  Banyak suka duka yang telah dilalui oleh bapak dua orang anak ini dalam berjualan hewan .

Dukanya ialah ketika hewan dagangannya ada sakit dan mati  sehingga ia rugi. Sementara suka yang ia hadapi ialah saat barang dagangannya terjual dan konsumen yang datang merasa puas dan menjadi pelanggannya. "Banyak pembeli yang akhirnya jadi langganan sampai sekarang ,” katanya.

Dari usahanya ini, ia telah mampu membeli mobil pick up yang ia gunakan sebagai alat mobilitasnya dalam menyuplai hewan ternaknya dari peternak ke tangan pembeli.  

Buah dari ketekunannya selama ini ialah  omzet penjualannya bisa mencapai Rp 45 juta -Rp 51 juta/bulan pada hari biasa, dan melambung menjadi Rp 425 juta -Rp 500 juta menjelang Idul Adha.

Baginya, berdagang kambing dan domba ini adalah satu-satunya usaha yang dapat ia lakukan untuk menghidupi keluarganya. "Kalau saya harus buka usaha yang lain berarti kita harus merintis dari awal lagi, sementara sekarang saja sudah banyak langganan yang datang ke kita. Yang penting kita usaha, tekun dan kerja keras" ujarnya.