Cara Sukses Berdagang Hewan
Jumat, 3 Oktober 2014 8:41 WIB
Sunardi dan anaknya di tempat penjualan ternaknya (ANTARA LAMPUNG/Cahya Wulan Dari)
Sunardi, pedagang kambing dan domba yang sudah 25 tahun menggeluti usaha itu, ternyata memiliki prinsip yang sama dengan pebisnis sukses besar lainnya, yakni tekun, ulet dan rajin mencari informasi terkait usaha yang sedang digeluti.
Prinsip inilah yang mendasari Sunadi (39), sehingga mampu eksis meneruskan usaha keluarganya berjualan kambing dan domba selama 25 tahun . Pria yang bertempat tinggal di daerah Sarikam, Gedong Air Bandarlampung ini sehari-hari berdagang di seputaran SMA & SMP Perintis Kota . Banyak suka duka yang telah dilalui oleh bapak dua orang anak ini dalam berjualan hewan .
Dukanya ialah ketika hewan dagangannya ada sakit dan mati sehingga ia rugi. Sementara suka yang ia hadapi ialah saat barang dagangannya terjual dan konsumen yang datang merasa puas dan menjadi pelanggannya. "Banyak pembeli yang akhirnya jadi langganan sampai sekarang ,†katanya.
Dari usahanya ini, ia telah mampu membeli mobil pick up yang ia gunakan sebagai alat mobilitasnya dalam menyuplai hewan ternaknya dari peternak ke tangan pembeli.
Buah dari ketekunannya selama ini ialah omzet penjualannya bisa mencapai Rp 45 juta -Rp 51 juta/bulan pada hari biasa, dan melambung menjadi Rp 425 juta -Rp 500 juta menjelang Idul Adha.
Baginya, berdagang kambing dan domba ini adalah satu-satunya usaha yang dapat ia lakukan untuk menghidupi keluarganya. "Kalau saya harus buka usaha yang lain berarti kita harus merintis dari awal lagi, sementara sekarang saja sudah banyak langganan yang datang ke kita. Yang penting kita usaha, tekun dan kerja keras" ujarnya.
Prinsip inilah yang mendasari Sunadi (39), sehingga mampu eksis meneruskan usaha keluarganya berjualan kambing dan domba selama 25 tahun . Pria yang bertempat tinggal di daerah Sarikam, Gedong Air Bandarlampung ini sehari-hari berdagang di seputaran SMA & SMP Perintis Kota . Banyak suka duka yang telah dilalui oleh bapak dua orang anak ini dalam berjualan hewan .
Dukanya ialah ketika hewan dagangannya ada sakit dan mati sehingga ia rugi. Sementara suka yang ia hadapi ialah saat barang dagangannya terjual dan konsumen yang datang merasa puas dan menjadi pelanggannya. "Banyak pembeli yang akhirnya jadi langganan sampai sekarang ,†katanya.
Dari usahanya ini, ia telah mampu membeli mobil pick up yang ia gunakan sebagai alat mobilitasnya dalam menyuplai hewan ternaknya dari peternak ke tangan pembeli.
Buah dari ketekunannya selama ini ialah omzet penjualannya bisa mencapai Rp 45 juta -Rp 51 juta/bulan pada hari biasa, dan melambung menjadi Rp 425 juta -Rp 500 juta menjelang Idul Adha.
Baginya, berdagang kambing dan domba ini adalah satu-satunya usaha yang dapat ia lakukan untuk menghidupi keluarganya. "Kalau saya harus buka usaha yang lain berarti kita harus merintis dari awal lagi, sementara sekarang saja sudah banyak langganan yang datang ke kita. Yang penting kita usaha, tekun dan kerja keras" ujarnya.
Pewarta : Cahya Wulan Dari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masjid Ulul Albaab terapkan sistem kerangkeng modifikasi pada penyembelihan hewan kurban
31 May 2026 20:15 WIB
Bupati Lampung Selatan ajak warga rawat hakikat kurban lewat bersih lingkungan
27 May 2026 18:36 WIB
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Gempa guncang Cianjur, DMC Dompet Dhuafa langsung kirim tim dan armada medis
22 November 2022 8:24 WIB, 2022
Dari mama aku belajar hingga menang lomba catur cepat Porsadin tingkat Provinsi Lampung
22 July 2022 20:36 WIB, 2022
Satgas informasikan 16,32 juta warga RI telah dapatkan vaksinasi COVID-19 penguat
21 March 2022 18:40 WIB, 2022