Bandarlampung,  (ANTARA Lampung) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung bekerjasama dengan Kodim 0410 Kota Bandarlampung, kembali menggalan pembuatan lubang biopori guna mencegah kekeringan dan banjir.
        
"Terima kasih kepada Kodim yang telah membantu Pemkot Bandarlampung dalam membuat lubang resapan biopori, yang tak lain untuk membantu rakyat Bandarlampung supaya tidak kekurangan air dan juga bagaimana kita mengurangi banjir di kota ini," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN di Bandarlampung, Rabu.
        
Ia mengatakan bahwa sebelumnya memang pemkot sudah sejak lama menggalakkan program pembuatan lubang biopori ini. Dari 2011 sampai sekarang terus digalakkan pembuatan lubang biopori.    
 
"Mungkin sudah lebih dari satu juta  lubang biopori yang ada di Bandarlampung," katanya.
        
Terkait target pembuatan lubang biopori di kota tapis berseri, menurutnyatidak ada target untuk itu. Sebab untuk hal itu, tidak perlu batasan  dalam menjaga alam.
        
Ia mengungkapkan  bisa sampai jutaan lebih dibuatnya, sebab Kota Bandarlampung baik untuk resapan air. Ini juga sebagai upaya mencegah kekeringan dan banjir.
        
Sementara itu, Dandim 0410 Kota Bandarlampung Letkol Inf. Ari Prianto Widyatmoko mengatakan samapai dengan hari ini pihaknya telah membuat 24.372 lubang biopori yang digalakkan sejak 15 Agustus 2014.
        
"Seluruhnya tersebar di 20 kecamatan dan 126 kelurahan," kata dia.
    
Dia mengatakan bahwa khusus untuk Kodim 0410 Kota Bandarlampung, akan ada 30 ribu lubang resapan biopori yang akan dibuat. Yang akan ditargetkan hingga akhir Oktober ini.     
 
Hal senada pun disampaikan , Danrem 043/Gatam Kolonel Inf. Winarto mengatakan di tahun 2014 ini pihaknya menargetkan 200 ribu lubang biopori akan terpasang di Provinsi Lampung. Ini semua masuk dalam program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
        
"Dengan disebar ke delapan Kodim yang dimulai dari Kota Bandarlampung, Pesisir Barat, Tulangbawang, Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Barat, hingga Lampung Selatan," katanya.
        
Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak membatasi tiap Kodim yang ingin membuat lubang biopori di atas 20 ribu lubang. Justru pihaknya menganjurkan untuk membuat lubang resapan ini sebanyak-banyaknya.
        
Ia mengungkapkan bahwa Koramil nantinya akan dibantu pihak kecamatan dan kelurahan yang kemudian saling bersinergi dalam pembuatan lubang biopori.
        
"Kalau satu warga menyiapkan 10 lubang biopori saja, target sebanyak apapun pasti bisa terpenuhi," kata dia.