Keindahan Musik Klasik Dari Jemari Doktor Cantik
Selasa, 29 Oktober 2013 11:12 WIB
Dr Hye-Won Jo (hyewonjo.webs.com/)
Semarang (Antara Lampung) - Hye-Won Jo, doktor dari Faculty of Music, Universiti Teknologi MARA, Malaysia, menampilkan kelihaian jemarinya bermain musik klasik di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Senin malam.
Perempuan cantik kelahiran Seoul, Korea Selatan, 26 Oktober itu membawakan tiga komposisi musik klasik karya komposer ternama, yakni Ludwig van Beethoven, Johann Sebastian Bach, dan Johannes Brahms.
Ketiga komposisi musik klasik itu, yakni "Chromatic Fantasy and Fugue in D Minor, BMW 903" dari Bach, "Sonata No.21 in C Mayor, Op.53 'Waldstein'" dari Beethoven, dan "Sonata No.3, Op.5" dari Brahms.
Penampilannya di Unika Soegijapranata itu dalam rangka tur untuk acara "Piano Master Class and Recital Tour" di Asia Tenggara. Sebelum tampil di Semarang, Hye-Won Jo berkesempatan manggung di Yogyakarta.
Sebagaimana pertunjukan musik klasik umumnya, suasana Ruang Seminar Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, tempat pertunjukan musik itu juga tampak hening. Hanya lengkingan irama piano yang terdengar.
Para penonton tampak duduk rapi di bangku masing-masing tanpa berucap satu patah kata pun, seperti fokus memandang kelihaian jari jemari pianis cantik itu bermain di antara deretan tuts-tuts piano.
Aplaus pun hanya terdengar setiap kali satu lagu selesai dimainkan, diikuti penghormatan yang diberikan Hye-Won Jo kepada penonton sembari berdiri, selebihnya tak ada riuh tepuk tangan dari para penonton.
Menurut Hye, konsernya di Semarang itu merupakan salah satu dari rangkaian perjalanannya di Indonesia, diawali penampilan di Yogyakarta, kemudian Semarang, dan setelah itu ke dua kota di Malaysia.
Perempuan yang enggan menyebutkan usianya itu mengaku sangat tertarik dengan keindahan Indonesia sehingga ingin kembali lagi ke negara ini lain waktu, sekaligus untuk berkolaborasi dengan para musisi lokal.
Dalam penampilannya di Indonesia, termasuk di kampus Unika Soegijapranata, Hye-Won Jo juga tidak melakukan persiapan khusus karena kesibukannya mengajar musik, tetapi dia yakin bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Ketiga komposisi musik klasik yang dipilihnya kali itu, diakui pianis itu karena ketiganya diciptakan oleh komposer yang namanya berawalan B, yakni Beethoven, Bach, dan Brahms sehingga lebih mudah diingat.
Perempuan cantik kelahiran Seoul, Korea Selatan, 26 Oktober itu membawakan tiga komposisi musik klasik karya komposer ternama, yakni Ludwig van Beethoven, Johann Sebastian Bach, dan Johannes Brahms.
Ketiga komposisi musik klasik itu, yakni "Chromatic Fantasy and Fugue in D Minor, BMW 903" dari Bach, "Sonata No.21 in C Mayor, Op.53 'Waldstein'" dari Beethoven, dan "Sonata No.3, Op.5" dari Brahms.
Penampilannya di Unika Soegijapranata itu dalam rangka tur untuk acara "Piano Master Class and Recital Tour" di Asia Tenggara. Sebelum tampil di Semarang, Hye-Won Jo berkesempatan manggung di Yogyakarta.
Sebagaimana pertunjukan musik klasik umumnya, suasana Ruang Seminar Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, tempat pertunjukan musik itu juga tampak hening. Hanya lengkingan irama piano yang terdengar.
Para penonton tampak duduk rapi di bangku masing-masing tanpa berucap satu patah kata pun, seperti fokus memandang kelihaian jari jemari pianis cantik itu bermain di antara deretan tuts-tuts piano.
Aplaus pun hanya terdengar setiap kali satu lagu selesai dimainkan, diikuti penghormatan yang diberikan Hye-Won Jo kepada penonton sembari berdiri, selebihnya tak ada riuh tepuk tangan dari para penonton.
Menurut Hye, konsernya di Semarang itu merupakan salah satu dari rangkaian perjalanannya di Indonesia, diawali penampilan di Yogyakarta, kemudian Semarang, dan setelah itu ke dua kota di Malaysia.
Perempuan yang enggan menyebutkan usianya itu mengaku sangat tertarik dengan keindahan Indonesia sehingga ingin kembali lagi ke negara ini lain waktu, sekaligus untuk berkolaborasi dengan para musisi lokal.
Dalam penampilannya di Indonesia, termasuk di kampus Unika Soegijapranata, Hye-Won Jo juga tidak melakukan persiapan khusus karena kesibukannya mengajar musik, tetapi dia yakin bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Ketiga komposisi musik klasik yang dipilihnya kali itu, diakui pianis itu karena ketiganya diciptakan oleh komposer yang namanya berawalan B, yakni Beethoven, Bach, dan Brahms sehingga lebih mudah diingat.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Won't hesitate to probe anyone involved in cooking oil case: Sanitiar Burhanuddin
20 April 2022 11:17 WIB, 2022
Hyundai Motor Co merugi miliaran won karena pengeluaran biaya "recall"
27 October 2020 8:43 WIB, 2020
Park Yoo-chun diminta bayar kompensasi 100 juta won terhadap korban pelecehan
18 September 2019 6:34 WIB, 2019
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Gempa guncang Cianjur, DMC Dompet Dhuafa langsung kirim tim dan armada medis
22 November 2022 8:24 WIB, 2022
Dari mama aku belajar hingga menang lomba catur cepat Porsadin tingkat Provinsi Lampung
22 July 2022 20:36 WIB, 2022
Satgas informasikan 16,32 juta warga RI telah dapatkan vaksinasi COVID-19 penguat
21 March 2022 18:40 WIB, 2022