Petambak Tutup Transportasi Air PT AWS
Jumat, 30 Desember 2011 10:50 WIB
Warga Mesuji ((FOTO ANTARA/Taufik Hidayat))
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Petambak Bumi Depasena di Kabupaten Mesuji, Lampung, mulai menutup transportasi air PT Arum Wijaya Sakti, setelah sebelumnya melakukan blokade di pintu gerbang perusahaan tersebut.
Dalam rilis yang disampaikan Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW), di Bandarlampung, Jumat menjelaskan, kendaraan air yang biasa mengangkut kebutuhan budi daya dan hasil panen dari PT Wahyuni Mandira menuju PT Centra Pertiwi Bahari melalui kanal-kanal yang ada di Kecamatan Rawajitu Timur, kini tak lagi diperbolehkan masuk oleh masyarakat.
Dua pintu masuk yang berada di muara sungai Mesuji dan sungai Tulangbawang di jaga secara bergantian oleh puluhan masyarakat dari empat kelurahan.
Pos pemeriksaan jalur air milik PT Aruna Wijaya Sakti yang berada di muara sungai Mesuji dijaga oleh masyarakat dari Kampung Bumi Dipasena Abadi dan Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, sementara pos pintu air di muara sungai Tulangbawang di jaga oleh masyarakat dari Kampung Bumi Dipasena Utama dan Kampung Bumi Dipasena Sentosa.
"Kami akan menutup seluruh akses masuk bagi perusahaan, hingga tuntutan kami dipenuhi dan listrik dari PLN di alirkan ke kampung kami," ujar Harmoni seorang petambak dari Kampung Bumi Dipasena Abadi.
Ratusan petambak yang berasal dari tiga kelurahan, yakni Kampung Bumi Dipasena Jaya, Kampung Bumi Dipasena Mulya dan Kampung Bumi Dipasena Makmur, sejak dua hari lalu menduduki gerbang PT AWS. Namun aksi itu berakhir damai.
Dalam rilis yang disampaikan Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW), di Bandarlampung, Jumat menjelaskan, kendaraan air yang biasa mengangkut kebutuhan budi daya dan hasil panen dari PT Wahyuni Mandira menuju PT Centra Pertiwi Bahari melalui kanal-kanal yang ada di Kecamatan Rawajitu Timur, kini tak lagi diperbolehkan masuk oleh masyarakat.
Dua pintu masuk yang berada di muara sungai Mesuji dan sungai Tulangbawang di jaga secara bergantian oleh puluhan masyarakat dari empat kelurahan.
Pos pemeriksaan jalur air milik PT Aruna Wijaya Sakti yang berada di muara sungai Mesuji dijaga oleh masyarakat dari Kampung Bumi Dipasena Abadi dan Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, sementara pos pintu air di muara sungai Tulangbawang di jaga oleh masyarakat dari Kampung Bumi Dipasena Utama dan Kampung Bumi Dipasena Sentosa.
"Kami akan menutup seluruh akses masuk bagi perusahaan, hingga tuntutan kami dipenuhi dan listrik dari PLN di alirkan ke kampung kami," ujar Harmoni seorang petambak dari Kampung Bumi Dipasena Abadi.
Ratusan petambak yang berasal dari tiga kelurahan, yakni Kampung Bumi Dipasena Jaya, Kampung Bumi Dipasena Mulya dan Kampung Bumi Dipasena Makmur, sejak dua hari lalu menduduki gerbang PT AWS. Namun aksi itu berakhir damai.
Pewarta :
Editor : Gatot Arifianto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen Itera terapkan IoT tingkatkan produktivitas tambak udang di Pringsewu
14 October 2024 7:30 WIB, 2024
Seekor buaya serang seorang pria di Lampung Selatan saat bersihkan tambak
10 January 2024 18:26 WIB, 2024