Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Kapolda Lampung Brigjen Jodie Rooseto menyatakan situasi di  kawasan perkebunan sawit yang dikelola PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) sudah kondusif setelah kepolisian mengirimkan pasukan antihuru-hara ke tempat itu.
         
"Kami berusaha meredam kerusuhan, dan berharap tidak ada korban jiwa," kata Kapolda kemarin.
        
Ia juga berjanji bahwa polisi akan bertindak profesional dalam mengatasi kasus tersebut.
        
Saat ini Mapolsek Simpang Pematang dijaga oleh satu pleton pasukan Brimob dan PHH untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan pascakisruh antara warga dari tiga kampung yaitu Sri Tanjung, Nipah Kuning dan Keagungan Dalam Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji dengan petugas dan PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) yang berujung jatuhnya satu korban jiwa.
        
Kapolda juga menyatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya menempuh jalan negosiasi dengan warga yang mengepung areal lahan milik perusahaan tersebut.
        
Satu orang warga tewas akibat tertembus peluru aparat saat ratusan massa berupaya merangsek masuk ke areal mess divisi II PT BSMI, Kamis siang.  
         
Selain satu korban tewas, enam warga lainnya dikabarkan juga tertembak dalam insiden tersebut. Tiga warga tertembak peluru karet, dan tiga warga lainnya tertembak peluru tajam.
        
Kisruh antara warga Sri Tanjung, Keagungan Dalam, dan Nipah Kuning Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji dengan aparat keamanan yang berujung pembakaran mess divisi II PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI) tersebut berawal dari dipergokinya beberapa warga yang memanen sawit oleh aparat keamanan yang berjaga di PT BSMI.
        
Aparat keamanan yang terdiri dari anggota Brimob dan Marinir berusaha menghalau upaya warga yang akan memanen sawit tersebut. Upaya aparat tersebut mendapat perlawanan dari warga.
        
Merasa tidak terima, warga dari tiga kampung yang bermukim di dekat dengan areal perkebunan sawit yang dikelola PT BSMI lalu menyerang mess divisi II PT BSM, dan berujung pembakaran mess dan pabrik yang berada di divisi II.(ant)