Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung dan Pemkab Tulang Bawang apresiasi PNM tingkatkan kapasitas UMKM

Kamis, 21 Mei 2026 07:51 WIB
Image Print
Pemprov Lampung dan Pemkab Tulang Bawang apresiasi PNM tingkatkan kapasitas UMKM (ANTARA/Emir F. Saputra)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang memberikan apresiasi tinggi kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung atas komitmennya dalam membangun ekosistem akses keuangan dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas usaha (capacity building) bagi para nasabah PNM yang turut dihadiri oleh Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan.

"Kami dari Pemprov Lampung mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa. PNM berkomitmen terus untuk membangun ekosistem akses keuangan yang baik. Bukan hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga mendampingi dan memberikan pelatihan sampai para nasabah bisa mandiri," ujar Wagub Lampung, Jihan Nurlela di Tulang Bawang, Rabu (20/5).

Dia menekankan pentingnya para pelaku UMKM untuk bersikap adaptif terhadap kemajuan teknologi saat ini. Menurutnya, kemampuan membaca peluang dan berinovasi secara cepat sangat krusial agar usaha yang dijalankan dapat naik kelas dan tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Senada dengan Wagub Lampung, Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menilai bahwa kegiatan penguatan kapasitas ini sangat efektif dalam memperluas wawasan serta mengasah kreativitas para pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang kompetitif.

"Dukungan dari pemerintah daerah sendiri terus mengalir, salah satunya melalui Dinas Koperasi yang ikut memberikan pelatihan-pelatihan. Kami juga memberikan masukan kepada PNM bahwa karakteristik pelaku usaha ini bervariasi, sehingga diperlukan pendampingan secara konsisten dan kontinu," kata Qudrotul Ikhwan

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat daerah juga sempat meninjau sejumlah stan produk UMKM binaan, Qudratul Ikhwan mencatat ada beberapa produk lokal yang sudah memiliki daya saing tinggi. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan berat yang dihadapi sektor kerajinan tangan akibat gempuran produk impor massal yang lebih murah.

"Untuk produk seperti kerajinan tangan, harus ada inovasi khusus supaya tetap bisa bersaing. Kita harus kreatif karena kalau dari sisi harga, produk impor yang diproduksi secara massal memang cenderung lebih kompetitif. Inilah pentingnya inovasi dan keunikan produk lokal kita," pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026