Logo Header Antaranews Lampung

BEI Lampung perluas edukasi investasi kurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjol

Rabu, 20 Mei 2026 18:16 WIB
Image Print
Ilustrasi- Salah satu produk pinjaman online yang sering digunakan oleh masyarakat. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kalau dilihat cukup banyak fenomena pinjaman online yang dilakukan masyarakat, menimbulkan utang konsumtif

Bandarlampung (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperluas edukasi investasi pasar modal ke berbagai lapisan masyarakat untuk mengurangi ketergantungan masyarakat di wilayahnya terhadap pinjaman online (pinjol).

"Kalau dilihat cukup banyak fenomena pinjaman online yang dilakukan masyarakat, menimbulkan utang konsumtif. Sebab pinjaman online dinilai lebih instan, dan mereka ingin dapat pinjaman tunai secara langsung, tidak susah syaratnya.," ujar Kepala BEI Lampung Hendi Prayogi di Bandarlampung, Rabu.

Oleh karena uttu, ujarnya, BEI sedang berupaya meningkatkan edukasi investasi di pasar modal untuk berbagai kalangan masyarakat.

Ia mengatakan dengan meningkatkan edukasi investasi, masyarakat diajak untuk mengurangi utang konsumtif, dan melakukan pengelolaan keuangan dengan bijak.

"Investasi pasar modal ini bisa dimulai dari jumlah yang kecil, investasi jangka panjang ataupun pendek, penting sekali untuk membantu memenuhi kebutuhan di masa mendatang," katanya.

Dia menjelaskan edukasi pasar modal itu dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui kegiatan sekolah pasar modal, galeri investasi khususnya untuk memperkenalkan jenis investasi di pasar modal seperti saham, reksa dana, ataupun obligasi.

"Jadi untuk berinvestasi di pasar modal ini jumlah modalnya itu tidak terlalu besar jadi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tapi kami imbau untuk pelaksanaan investasi ini harus menggunakan uang dingin, jangan uang pinjaman, sebab tidak akan mengurangi utang konsumtif," ucap dia.

Kemudian dalam pemilihan instrumen keuangan perlu memperhatikan fundamental perusahaan.

"Saat ini ada 900 unit lebih perusahaan di Indonesia, tentu ada yang fundamentalnya bagus, ada yang kurang bagus. Tentunya kita harus lihat fundamental perusahaannya agar investasi berlangsung dengan baik," tambahnya.

Diketahui sebelumnya untuk memperluas edukasi investasi di pasar modal telah dibentuk galeri investasi di Provinsi Lampung di 29 titik lokasi.

Kemudian melakukan sosialisasi sekaligus sekolah pasar modal di berbagai kegiatan. Sehingga jumlah investor pasar modal di Lampung hingga April 2026 bertambah 210.080 investor sehingga total ada 673.737 investor di Lampung.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026